Usai Didemo, SPP SMAN 6 Kota Kediri Akhirnya Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pasca mendapat protes dari ratusan murid, akhirnya pihak sekolah SMAN 6 Kota Kediri langsung mengambil sikap. Sejumlah guru bersama kepala sekolah mendapat panggilan UPTD Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk segera mengelar rapat terkait penurunan iuran Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) di sekolah tersebut. Kepala UPTD Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Trisilo Budi mengatakan, rapat tersebut dilakukan agar sejumlah wali murid tidak merasa terbebani atas adanya iuran SPP di sekolah. "Tadi sejak pagi hingga siang sudah kita rapatkan dengan pihak sekolah. Hal ini agar masalah tersebut segera terselesaikan, kami hanya sebatas menyarankan saja," ucapnya melalui selulernya, Rabu (25/10/2017). Rapat yang berlangsung sekitar 4 jam menghasilkan kesepakatan turunnya iuran SPP di SMAN 6 Kota Kediri. Hasilnya dari besaran kebutuhan sekolah, SPP tersebut disepakati dapat turun sekitar Rp 180 ribu. "Tadi kesepakatannya iuran SPP dari Rp 200 ribu turun menjadi Rp 180 ribu. Namun kesepakatan ini tetap harus mengacu pada persetujuan para komite sekolah. Jika setuju silahkan, jika tidak setuju maka harus kembali mencari jalan keluar dan dirapatkan kembali. Yang jelas pada dasarnya walimurid jangan sampai merasa keberatan," bebernya. Ia menjelaskan, aksi demo yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya masalah miss komunikasi. Sebenarnya, tambahan iuran SPP itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggaran sekolah. "Saat ini Pemprov memang belum memiliki anggaran, jadi sekolah bersama komite sekolah boleh inisiatif menarik pungutan asalkan sesuai kesepakatan komite sekolah. Disini ada dasar hukumnya pada Permendikbud nomor 75 Tahun 2016 terkait apabila sekolah kekurangan anggaran sekolah boleh berkoordinasi dengan komite dengan cara mencari sumbangan ke walimurid maupun para alumni," jelasnya. Dari informasi dilapangan, saat ini pihak sekolah SMAN 6 Kota Kediri sedang melakukan rapat bersama para komite untuk membahas besaran nilai iuran SPP bagi siswa. Informasinya setelah rapat komite bersama walimurid iuran SPP untuk kelas 12 akhirnya turun menjadi Rp 150 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 200 ribu. Turunnya besaran iuran SPP sebesar 50 ribu bagi kelas 12 dengan alasan karena sudah membayar iuran sejak tahun lalu. Sementara untuk kelas 10 dan 11 besaran SPP tersebut masih belum ditentukan lantaran rapat baru dilakukan hari Kamis dan Jumat. "Tadi siang langsung ada rapat untuk walimurid. Rapat terkait penentuan iuran SPP. Hasilnya untuk kelas 12 turun menjadi Rp 150 ribu," ujar Dana, siswa kelas 12 SMAN 6 Kota Kediri. Sementara, Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Kediri, Abdul Basith saat dikonfirmasi melalui ponselnya terkait hal ini belum memberikan jawaban. Berulang kali dihubungi melalui ponselnya tidak menjawab. Diberitakan sebelumnya, iuran SPP di SMAN 6 Kota Kediri yang mahal menjadi penyebab protesnya para murid di sekolah tersebut. Iuran sebesar Rp 200 ribu perbulan itu dinilai terlalu berat bagi sejumlah murid. Hingga akhirnya ratusan murid menggelar aksi demo atas ketidak puasan kebijakan pihak sekolah, Senin (23/10/2017) lalu. Iuran SPP sebesar Rp 200 ribu dinilai jauh dari surat edaran yang ditetapkan Gubernur Jawa Timur, bagi SMA sebesar Rp 120 ribu. Tambahan sebesar Rp 80 ribu itu informasinya oleh pihak sekolah SMAN 6 Kota Kediri digunakan sebagai pembangunan gedung sekolah. Can
Tag :

Berita Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – KPK kembali menggeledah pejabat di Kota Madiun. Kali ini rumah Dirut Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, Suyoto, jadi sasaran, …

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI, Madiun- ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik KPK m…

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini viral, dimana salah satu halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Magetan, tepatnya di kawasan belakang Apotek…