Harapan Advokat Senior A. Malik, SH, MH, yang Ingi

HARYANTO, LAYAK KETUA PERADI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Jumat (27/10/2017) hari ini, menjadi penentuan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya. Pasalnya, organisasi advokat terbesar di Indonesia ini, sejak pukul 08:00 WIB pagi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih Ketua DPC Peradi Surabaya periode 2017-2021. Hingga Kamis (26/10/2017) sore pukul 18:00 WIB, sudah tiga kandidat kuat calon Ketua DPC Peradi Surabaya, yakni petahana advokat Setijo Boesono, SH., MH., Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Surabaya advokat Hariyanto, SH., MH. serta kuda hitam advokat senior Sunarno Edy Wibowo, SH dan Tonic Tangkau SH., MH. Sayang Tonic, beberapa hari sebelum Muscab, mengundurkan diri, karena ingin ada kaderisasi di Peradi. Harian Surabaya Pagi, sebagai harian hukum yang kritis satu-satunya di Jawa Timur, akan menurunkan liputan khusus Muscab sejak diskusi hari Senin (23/10/2017) di kantor redaksi Surabaya Pagi. Laporan: Budi Mulyono, Narendra Bakrie; Editor: Raditya M. Khadaffi Tim wartawan Surabaya Pagi, sejak Kamis (26/10/2017) pagi hingga semalam, mewawancara beberapa advokat muda dan senior di Surabaya yang Jumat hari ini akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon ketua DPC Peradi Surabaya. Hasilnya, 75�vokat berharap, Hariyanto layak menjadi Ketua DPC Peradi Surabaya menggantikan Setijo Boesono. Salah satunya, Muslikhin Mappiare, advokat yang mengkritik Peradi dibawah kepemimpinan Setijo Boesono. Menurut Muslikhin, Peradi dibawah Setijo, roda organisasi kurang berjalan. “Karena kepengurusan itu tidak ada kekompakan dan keterbukaan pada pengurusan lain dan anggota. Sehingga organisasi menjadi vakum. Tidak ada kegiatan yang hidup. Kita berharap, ada pemimpin baru dan bertanggungjawab. Bagaimana, harus peduli dengan organisasi dan anggota,” ujar Muslikhin, saat ditemui Surabaya Pagi (26/10/2017) kemarin. Sama hal dengan Muslikhin, advokat Amoz Taka Hz, berharap Peradi dipimpin orang yang lebih baik, muda dan mengedepankan organisasi. “Saya tidak mengatakan yang kemarin tidak baik. Tapi alangkah baiknya kalau organisasi Peradi ini semakin berkembang dengan baik,” kata Amoz, yang secara tersirat memberi pesan bahwa kepemimpinan Setijo Boesono dianggap tidak bisa menjalankan organisasi. Butuh Pemimpin yang Tegas Berbeda dengan Muslikhin dan Amoz Taka. Dua advokat muda yang saat ini sedang naik daun, advokat M. Sholeh dan advokat Dr. M. Zamroni, menjelaskan bahwa organisasi sebesar Peradi, butuh pemimpin yang tegas dan pro anggotanya. M Sholeh, advokat yang baru-baru ini menjadi kuasa bagi komunitas driver online dan pernah menjadi kuasa hukum Taat Pribadi, melihat kepemimpinan Setijo tidak ada perubahan sama sekali dan tidak pedulikan para anggotanya. "Secara pribadi, saya akan memilih sosok yang tegas. Sebab jika pimpinan tidak tegas, maka organisasi tidak akan berjalan. Nah sejauh ini, Pak Setijo yang sudah kita percaya memimpin. ternyata tidak ada perubahan. Satu periode kemarin, Peradi Surabaya dipimpinnya, tidak ada kemajuan," tegasnya. Ditambahkannya, ulur tangan Setijo sama sekali tidak ada, jika ada anggota yang terkena masalah. Probono, Pro Anggota Sedangkan sosok Hariyanto, menurut Sholeh, adalah sosok yang lebih muda. "Saya memang tidak masuk dalam timses keduanya. Tapi sebagai peserta Muscab, saya imbau teman-teman peserta yang lain untuk memilih Pak Hariyanto. Agar organisasi kita ada perubahan," tutupnya. Senada dengan Sholeh, advokat M Zamroni, yang juga akademisi dan doktor ilmu hukum berharap Peradi mengusung perubahan dalam organisasi. Ia menilai sebagai seorang advokat, juga harus keberpihakan pada masyarakat yang tidak mampu. "Sesuai dengan UU Advokat, yang harus dilakukan advokat adalah Probono (membela masyarakat tanpa bayar). Dan sampai hari ini, di Surabaya belum ada penerapan itu. Kalau di Jakarta sudah berjalan. Dan di Surabaya, baru menerapkan prodeo. Padahal prodeo ini sebenarnya berbayar. Meskipun beban pembayaran dilakukan pemerintah melalui Mahkamah Agung," ungkapnya. Penurunan Kualitas Sementara, Purwanto, SH, wakil Ketua DPC Peradi Surabaya saat ini, advokat yang paling vokal dalam menyuarakan perubahan dalam organisasi. Purwanto menjelaskan, organisasi di era Setijo sampai berakhirnya ini, para anggota tidak menemukan manfaat yang berarti. Dalam arti penguatan posisi advokat dan bahkan cenderung selama ini advokat mengalami penurunan kualitas dan moral. “Sangat jelas loh, ini penurunan kualitas dan moral. Karena selama tahun, gak ada satupun program kerja organisasi, fokus untuk peningkatan kualitas profesionalisme dan martabat advokat,” beber advokat yang dikenal sebagai penyeimbang dalam setiap acara diskusi ini. Purwanto pun kembali mencontohkan kejadian yang dianggap mencederai organisasi di era Setijo Boesono. Yakni melakukan MoU dengan Wali Kota Surabaya yang dijadikan simbol kebanggaan Setijo. “Sehingga timbul kesan organisasi Advokat dijadikan bemper oleh Pemerintah Surabaya menghadapi rakyat miskin. Jadi pertanyaannya siapa memperalat siapa? Peradi diperalat Wali Kota atau Wali Kota memperalat Peradi,” kritik tajam Purwanto. Peradi Jangan Terpecah Terpisah, Wiyono Soebagio SH, advokat senior yang kartu advokatnya berdasarkan SK Menteri Kehakiman era Orde Baru, menyatakan, Muscab DPC Peradi Surabaya ini jangan sampai membuat Peradi Surabaya, terbelah menjadi dua. “Kalau saya diperkenankan bicara mewakili advokat senior, saya akan berpesan, silakan bersaing, tapi jangan sampai Organisasi Peradi di Surabaya, pecah lagi,” harap pria yang kini sudah berusia kepala 7. Menurut Wijono, advokat muda memang kian banyak. Tapi ia mengingatkan harus menjunjung kehormatan profesi mulia seorang advokat. “Tugas pengurus Peradi mendatang memiliki tantangan yang tidak makin enteng. Siapapun yang terpilih, memiliki kewajiban mengembangkan organisasi Peradi yang lebih baik,” pesan advokat seangkatan Trimoeja D Soerjadi, Ernanto Soedarno dan Oemar Ishananto. Tonic Tangkau juga Diusulkan Sementara, diusulkan oleh beberapa advokat dari AAI (Asosiasi Advokat Indonesia) untuk ikut maju mencalonkan diri dalam Muscab Peradi Surabaya. “Saya memang dijadikan kuda hitam oleh teman-teman advokat. Khususnya dari AAI. Saya percayakan ke yang muda-muda saja,” jelas Tonic, yang awal berkarir di Surabaya bergabung di kantor hukum OC Kaligis, di resto Ming Gerden Jl. HR Muhammad Surabaya, semalam. Tonic mengakui, selama kepemimpinan Setijo, Peradi sebagai organisasi cenderung stagnan, tidak ada greget yang dirasakan anggotanya. “ Jujur, saya setuju ada perubahan. Tapi saya memilih siapa? Saya nunggu paparan visi-misi Haryanto maupun Setyo, “ jelas advokat yang cepat melejit sebagai pengacara papan atas Surabaya. Tiga Calon Ketua Sementara, hingga Kamis (26/10/2017) pukul 16:00 WIB, dimana tenggat waktu pendaftaran anggota. Ada tiga calon advokat yang mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Peradi Surabaya. Selain Setijo Boesono dan Hariyanto. Muncul nama Sunarno Edy Wibowo, yang juga mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Hariyanto sendiri, Kamis kemarin mendaftar di kantor DPC Peradi Surabaya Jl. Tunjungan 84 sekitar pukul 15.30 WIB. Dengan mengenakan pakaian biru, datang bersama tim suksesnya, ia membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu dan langsung mendapat tanda terima dari Ketua Panitia Pelaksana Erna Rahmawati SH. Dari pantauan Surabaya Pagi, Hariyanto menyempatkan berbincang-bincang dengan tim sukses Setijo Boesono di kantor DPC Peradi Surabaya itu. Sayangnya hingga pendaftaran ditutup Setyo Busono tidak nampak dikantor DPC Peradi. Terdaftar 826 Advokat Erna Rahmawati selaku ketua OC menjelaskan Hingga pendaftaran ditutup pada pukul 16.00 WIB, jumlah peserta Muscab sebanyak 826 orang. Pihaknya sebagai panpel sudah menyiapkan acara sebaik-baiknya. "Malam ini (kemarin, red) sudah kita siapkan segala sesuatunya untuk besok (hari ini, red)," ucapnya. Bagaimana dengan anggota yang belum mendaftar? Erna menegaskan bagi anggota yang belum mendaftar dipastikan suaranya akan hangus. Karena panitia telah menutup pendaftaran. "Besok hanya her-registrasi peserta tidak membuka pendaftaran anggota lagi," tegasnya. Hariyanto sendiri saat ditemui, menegaskan bahwa dirinya bila terpilih, hanya akan menjabat satu periode saja. “Jika terpilih, saya satu periode saja. Tidak mau dicalonkan untuk dua kali. Agar ada regenerasi dan kaderisasi bisa berjalan dengan baik. Dan menyiapkan pilihan pengurus berikutnya dan kita tidak punya kepentingan lainnya,” ucapnya usai mendaftar Kamis sore kemarin. Advokat yang juga sebagai seorang kurator ini, mempunyai program jika terpilih menjadi Ketua DPC Peradi Surabaya. Ia menyebutkan empat poin penting bila terpilih, diantaranya menegakkan kepedulian sosial dan perlindungan hukum pada anggota yang bermasalah dengan hukum. Kemudian memberikan bantuan hukum kepada para pencari keadilan yang tidak mampu. Memperbaiki kualitas PKPA dan pendidikan lanjutan untuk advokat serta memanfaatkan teknologi informasi sebagai bentuk keterbukaan di era media sosial ini. “Jadi saya ingin mewujudkan Peradi sebagai organisasi advokat yang bebas mandiri dan independen, untuk melayani kepentingan masyarakat pencari keadilan. Selain itu juga meningkatkan kualitas advokat tidak hanya PKPA, tetapi pendidikan lanjutan dan terakhir, memanfaatkan teknologi informasi,” beber Hariyanto. Selain itu, Hariyanto juga mengedepankan keterbukaan dan transparan bagi seluruh anggota Peradi serta menjalin kerja sama dengan penegak hukum dan organisasi advokat lainnya. "Hidup-hidupilah organisasi ini tapi jangan mencari penghidupan di organisasi," tegas Hariyanto. Hariyanto, Didukung KAI Jatim Tak heran, beberapa organisasi advokat lainnya juga berharap Hariyanto terpilih menjadi Ketua. Salah satunya Kongres Advokat Indonesia (KAI). Melalui Ketua DPD KAI Jawa Timur, Abdul Malik, SH., MH., ia berpesan agar seluruh anggota Peradi untuk memilih Hariyanto sebagai ketua Peradi periode 2017-2021. “Saya perintahkan 468 anggota KAI yang verifikasi di Peradi untuk memilih Hariyanto (sebagai Ketua). Hariyanto itu sosok pemimpin yang menghormati anggotanya dan bisa mempersatukan pengacara se Surabaya. Tak hanya itu, ia juga bisa diajak bicara untuk kerja sama, bahkan bisa memajukan dan menyatukan organisasi secara terbuka,” beber Abdul Malik, Kamis kemarin. Bahkan, advokat Malik mengapresiasi sikap Hariyanto, bahwa dia kerap mengusung slogan “Salam 1 periode saja” di pelbagai kesempatan kepada rekan advokatnya. “Ini yang menunjukkan kalau Hariyanto itu tidak sombong dan tawadhu’. Karena ia paham, organisasi advokat perlu regenerasi yang cepat,” lanjutnya.
Tag :

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak…

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan…

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dipicu momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung…

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…