Dampak Para Kiai Pada Praktik Politik Praktis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dalam praktik politik, terseretnya para kiai ke dalam ranah praktis selalu tidak menguntungkan dan berisiko besar. Kiai, seharusnya lebih berperan sebagai benteng pertahanan kultural dan penjaga marwah kemaslahatan publik. Namun faktanya, seperti menjelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, adanya keterlibatan sejumlah kiai. Baik yang pro Saiful Illah alias Gus Ipul maupun Khofifah Indar Parawansa. ------------- Jika para kiai terlampau terseret dan asyik masuk ke wilayah praktis politik akan bisa banyak risiko yang muncul. Termasuk, salah langkah yang berpotensi membelah dukungan masyarakat dan meruntuhkan kepercayaan dan modal sosial para kiai sendiri. Hal ini harus dijaga betul mengingat pemilih kini semakin kritis dan cerdas. Posisi yang rumit juga akan dihadapi Partai Demokrat sebagai koordinator bakal koalisi bagi Khofifah. Kuasanya akan berada dalam bayang-bayang ‘Tim Satelit’ yang juga punya pengaruh kuat dalam memengaruhi Khofifah. Dalam konteks tertentu jika partai pengusung yang lain bisa hotline dengan tim satelit, maka keberadaan Demokrat sebagai koordinator koalisi menjadi tidak bermakna apa-apa. Wujuduhu kaadamihi alias ga berarti apa-apa. Peserta koalisi akan menganggap tim satelit lebih berkuasa ketimbang koordinator koalisi. Hal itu jelas membuat Demokrat sebagai ketua koalisi menjadi rumit. Pola komunikasi ini jelas akan merumitkan dalam tubuh koalisi Khofifah kelak. Alur komunikasi menjadi liar dan bisa tak terkendali. Komunikasi akan menjadi free style tanpa ada yang bisa mengendalikan dan fokus pada pemenangan. Dampaknya apa? Agenda bisa jalan sendiri-sendiri hingga bisa mengganggu agenda bersama yang semestinya menjadi kerja bersama. Manuver masing-masing anggota partai koalisi akan lebih berbahaya. Mengapa? Karena jelas akan membawa agenda sendiri-sendiri dan untuk kepentingan partainya sendiri. Jelas itu akan memantik konflik dan soliditas dalam tubuh partai koalisi pengusung. Diperlukan formula komunikasi dan relasi kuasa yang bisa menempatkan kembali khittah masing-masing secara lebih terhormat. Namun, hal itu perlu dilakukan dengan tidak mereduksi peran masing-masing. Karena, apabila tereduksi, akan bisa berakibat fatal bagi pemenangan Khofifah. Tetapi, pematangan konsep tersebut, juga tidak boleh dirancang dalam kurun waktu yang terlalu lama. Pemilih Jatim yang ada di wilayah itu butuh sentuhan khas dan lebih khusus yang membutuhkan waktu yang juga panjang untuk menyapa secara langsung. Demografi masyarakat di Jawa Timur sangat beragam. Wilayah Jatim ini luas dan beragam ada masyarakat maju ada masyarakat terbelakang, ada yang kritis, ada yang anut grubyuk. Semua ada di Jatim yang butuh penanganan berbeda. Itu butuh waktu serta kecepatan dalam strategi meraih dukungan. (ifw)
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…