Gonjang Ganjing Ambulan Desa Bingungkan Kades

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jember - Ambulan Desa yang sudah dilaunching oleh Menteri Hukum dan HAM bersama dengan Bupati di dr. Hj. Faida MMR alun-alun Jember pada Jumat (10/11/2017) lalu, sebagian di bingungkan kades mengenai Operasional dan juknisnya, namun sebagian desa menyatakan senang mendapat bantuan 1 ambulan 1 desa dan siap Memperdeskan jika dibutuhkan, mengenai kebingungan beberapa kepala Desa di Jember, dr. Hj. Nurul Qomariyah Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember Selasa (14/11/2017) angkat bicara. “40 ambulan untuk medan dataran sudah dilaunching dan diserahkan ke beberapa desa, sedangkan mengenai siapa yang bertanggung jawab dalam mengoperasionalkan ambulan tersebut, sesuai arahan dari Bupati, bahwa yang bertanggung jawab terhadap ambulan desa adalah petugas kesehatan yang ada di desa, seperti petugas Pustu (puskemas pembantu,red) maupun petugas polindes,” ujar Nurul Qomaiyah kepada sejumlah wartawan. Nurul beralasan, mengapa yang mengoperasikan ambulan harus orang kesehatan?, sebab di dalam ambulan ada peralatan lengkap kesehatan mulai dari selang, jarum infus dan beberapa peralatan darurat lainnya. “Di dalam mobil ambulan itu ada peralatan lengkap, dan yang paham untuk menggunakan serta mengoperasionalkan peralatan itu hanya petugas kesehatan, kalau dipegang oleh orang yang tidak bisa menggunakan peralatan itu, ya ambulannya akan percuma, belum lagi kalau peralatannya hilang, karena sejauh ini operasional untuk ambulan dibawah kendali Dinkes, makanya berita acara serah terima diberikan kepada petugas kesehatan desa yang faham peralatan di dalamnya,” ujar mantan sekretaris Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. Nurul juga menjelaskan bahwa 1 ambulan 1 desa harus dipahami juga pengertiannya, bukan berarti ambulan ini dipasrahkan ke desa sepenuhnya, tapi sinergi antara petugas kesehatan dengan pemerintah desa dalam melayani hak kesehatan masyarakatnya. “Satu ambulan satu desa itu, tujuannya untuk pelayanan hal kesehatan masyarakat desa agar bisa terpenuhi, dan penggunaan ambulan ini gratis, sedangkan pemerintah desa, dalam hal ini kades ikut menjaga dengan menyediakan tempat parkir atau garasi di pustu, kalau belum ada pustunya bisa dengan petugas polindes, karena setiap desa pasti memiliki polindes atau bidan desa,” jlentreh Nurul. Bahkan dalam Waktu Dekat, Dinkes akan melaunching JSC (Jember Sefty Center) untuk pengelolaan ambulan, sehingga warga tidak kesulitan untuk mengakses, karena dikendalikan oleh Dinkes, “Dalam waktu dekat kami akan melaunching Jember Sefty Center, yaitu program call center yang terpusat dengan 0331 425222 dan tercantum di semua ambulan yang sudah di serahkan ke pihak desa,” ujar Nurul. Sementara Haryanto Kades Kasiyan Timur salah satu kepala desa penerima ambulan desa mengatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada bupati yang telah mewujudkan 1 ambulan 1 desa, karena memang keberadaan ambulan ini sangat dibutuhkan oleh warganya, dan pihaknya siap menerbitkan perdes kalau memang keberadaan ambulan diperdeskan. “Saya sangat berterima kasih kepada Bupati Faida yang telah menyediakan satu ambulan satu desa, cuma sejauh ini juklak juknis untuk operasional ambulan kami belum tau, kalau memang harus dititipkan ke PKM terdekat kami tidak masalah, kami tinggal koordinasi saja dengan PKM, kalau untuk operasional harus dibebankan ke desa juga tidak apa-apa, kami akan buatkan perdesnya,” ujar Hariyanto. ndik
Tag :

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…