Solusi Untuk Peningkatan Ekonomi di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Impor barang masuk dari luar negeri ke Indonesia saat ini jumlahnya semakin meningkat. Kondisi tersebut, sangat berbanding terbalik dengan kuantitas ekspor yang dilakukan Staff Ahli Ketua Kadin Jatim Jamhadi, ditemui di Unair (15/11) mengatakan bahwa kuantitas impor tersebut sesungguhnya tidak menjadi masalah. Hanya saja, menurutnya, hal tersebut sangat bergantung dari komoditas yang diimpor tersebut. "Kalau yang diimpor ini bahan baku, itu jelas sangat tidak masalah. Kan dari bahan baku itu bisa diolah oleh industri lokal untuk kemudian menjadi komoditas ekspor. Itu bisa untuk menggairahkan ekonomi di Jatim," jelas Jamhadi sebelum menjadi pembicara pada acara "Konsultasi Publik: Indonesia-Australia Relations" yang diselenggarakan oleh Prodi Hubungan Internasional Fisip Unair. Di sisi lain, Jamhadi juga mengatakan bahwa keberadaan Foreign Direct Investment (FDI) juga sangat penting untuk menggairahkan trend ekonomi di Indonesia yang tengah menurun. "Karena dari FDI ini bisa menjadi trigger untuk beberapa hal. Diantaranya adalah tenaga kerja dan pemaksimalan bahan baku lokal," jelasnya. Untuk menarik investasi tersebut, Jamhadi menjelaskan bahwa Kadin sudah melakukan beberapa langkah secara khusus. Langkah tersebut, menurutnya juga tidak hanya dilakukan secara pasif. "Kadin aktif jemput bola untuk menawarkan agar FDI dari luar masuk ke Indonesia. Kami juga bersurat dengan Kedutaan dan Konsulat untuk menawarkan FDI itu. Toh dari SDM juga sudah mumpuni. Di Jatim ada 300 Perguruan Tinggi yang siap untuk mencetak SDM berkualitas," tegas pria yang juga Ketua Kadin Surabaya tersebut. Secara terpisah, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur Agus Maimun mengatakan bahwa Pemprov Jatim bersama dengan DPRD Jatim sudah mempersiapkan beberapa titik lokasi untuk berbisnis bagi pihak luar yang ingin menanamkan FDI. Agus Maimun menjelaskan bahwa, lokasi-lokasi yang dipilih sudah memenuhi beberapa kriteria khusus yang telah ditetapkan. "Kriterianya seperti apa? Jelas yang birokrasinya sudah tidak berbelit. Maksudnya disini adalah yang sudah single window untuk perijinannya. Beberapa lokasi yang sudah siap antara lain di Mojokerto, Pasuruan. Yang baru mau dibangun lagi ini ada di Jombang dan Lamongan," kata Agus Maimun. Pengawasan terhadap FDI yang masuk ke Jatim, menurut Agus Maimun juga menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Jatim dan juga DPRD Jatim. "Karena dari regulasinya juga sudah jelas kan. Untuk skilled labour, masih diizinkan dari luar negeri. Tapi untuk unskilled labour, harus dari masyarakat sekitar. Untuk pengawasan, berbagai pihak termasuk pihak Kepolisian dan Imigrasi sudah bekerja sama," pungkasnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…