Fokus Gali Potensi Alam dan Budaya Bawean

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dosen Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Dr. Sri Wiryanti Budi Utami., M.Si., memiliki sudut pandang tersendiri saat ditanya perihal Pulau Bawean. Pulau yang terletak di wilayah Kabupaten Gresik itu, baginya, memiliki berbagai keunikan yang tidak ditemukan di pulau yang lain. ”Bawean itu merupakan daerah yang unik,” tegas Wiryanti saat ditemui di ruang kerjanya pada akhir Oktober lalu. Keunikan Bawean, menurut Wiryanti, bisa dinilai dari banyak hal. Mulai masyarakat yang beragam, budaya asimilasi yang diakui sebagai budaya sendiri, hingga pengakuan bahwa penduduk setempat adalah etnis Bawean. Bukan hanya itu, keunikan lainnya juga ada. Sebab, masyarakat setempat merupakan perpaduan dari beberapa etnis seperti Madura, Jawa, Bugis, Palembang, bahkan Melayu. ”Mereka selalu menyebutnya sebagai miniatur Indonesia. Meski merantau, mereka itu tetap cinta pada tanah airnya,” imbuhnya. Ditanya perihal perhatian dan fokusnya terhadap Bawean, Wiryanti mengakui bahwa selain unik, alam Bawean sangat indah. Dia tidak segan menyebut Bawean sebagai Bali kecil di Laut Jawa. Meski demikian, ada satu hal yang masih disayangkan Wiryanti, yakni pengelolaan pariwisata yang belum baik. ”Banyak hal di sana yang belum dikelola dengan baik. Alamnya, kulinernya, budayanya, dan masih banyak lagi,” tuturnya. Sebagai orang yang bergelut di bidang lingustik dan budaya, Wiryanti menyatakan bahwa keunikan berbahasa juga terdapat di Bawean. Salah satunya, pengakuan orang setempat tentang bahasa Bawean. Meski cara bertuturnya cenderung mengarah ke Madura, menurut dia, masyarakat setempat mengaku Bawean memiliki bahasa sendiri yang sejajar dengan yang lain. ”Meski secara leksikostatistik belum bisa dikatakan sebagai sebuah bahasa sendiri, tapi orang Bawean menguatkan bahasa dengan budayanya. Sebab, bahasa tidak hanya berkaitan dengan kosa kata dasar, tapi juga sikap mereka dalam menyikapi bahasa itu,” jelasnya. Bukan hanya itu, sebagai orang yang juga fokus pada kearifan lokal, Wiryanti mencoba mendokumentasikan sebuah legenda masyarakat setempat ke dalam sebuah buku. Bagi dia, hal tersebut sangat penting. Sebab, legenda dan kearifan lokal yang hanya dituturkan tanpa dibukukan bukan tidak mungkin akan hilang. ”Padahal, semua kearifan lokal berada dalam cerita. Misalnya, asal usul leluhur. Banyak tokoh yang berasal dari seberang yang menjadi tonggak awal penduduk Bawean. Baik dari Jawa, India, Madura, maupun Campa. Semua legenda itu memperlihatkan bahwa masyarakat Bawean multietnik dan sangat beragam. Kini kami susun dalam sebuah buku,” ungkapnya. Pada akhir, Wiryanti berharap berbagai pihak seperti pemerintah setempat dan UNAIR bisa lebih fokus dengan potensi Bawean. Sebab, potensi tersebut bisa menjadi laboratorium bagi UNAIR yang memiliki keilmuan yang beragam. Mulai kesehatan masyarakat, kedokteran hewan, perikanan kelautan, ekonomi, sosial, hingga ilmu budaya. ”Kalau keunggulan UNAIR bisa disatukan untuk mengelola Bawean, kan ini bisa lebih gereget dan benar-benar bisa maksimal,” tegasnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…