Diburu, Politisi India Hargai Rp 20 M untuk Penggal Kepala Artis Deepika Pa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Aktris Bollywood, Deepika Padukone, tengah menjadi pemberitaan karena diancam dipenggal oleh politikus sayap kanan India. Kelompok Hindu garis keras menawarkan imbalan 50 juta rupee (Rp 10,3 miliar) untuk siapa saja yang memenggal Padukone. Di mana Deepika Padukone? Seperti dilansir CNN, Rabu (22/11/2017), film Padmavati yang dibintani Padukone memicu kemarahan kalangan sayap kanan Hindu setelah mencuat rumor soal adanya adegan romantis dalam mimpi antara dua tokoh utama, Rani Padmavati yang merupakan Ratu Hindu dengan Alauddin Khilji yang merupakan Sultan Muslim. Pada Minggu (19/11) waktu setempat, Suraj Pal Amu yang merupakan anggota Partai Bhartiya Janata (BJP) yang menaungi Perdana Menteri Narendra Modi, menawarkan imbalan masing-masing 50 juta rupee untuk siapa saja yang bisa memenggal Padukone dan Bhansali. Jika ada orang yang mampu memenggal keduanya, Amu menjanjikan imbalan total sebesar 100 juta rupe (Rp 20,6 miliar). "Kami akan memberikan imbalan 10 crore rupee (setara 100 juta rupee) kepada orang yang memenggal meraka dan juga menanggung kebutuhan keluarga mereka," tegas Amu dalam pernyataannya seperti dilansir Hindustan Times. Seruan Amu itu memicu kecaman publik dan dia diminta mencabut ancamannya. Komisioner Kepolisian Mumbai, Deven Bharti, menuturkan kepada CNN bahwa pengamanan untuk Padukone diperketat selama bulan November ini. Terlebih muncul ancaman lain dari kelompok Hindu radikal bernama Kari Sena yang terang-terangan mengancam akan memotong hidung Padukone. Pejabat pemerintahan India mengambil langkah tegas untuk melindungi Deepika. Kediaman Padukone serta rumah orangtuanya di Bengaluru dijaga ketat oleh personel kepolisian. "Dua personel kepolisian dikerahkan di luar rumah orangtua Deepika Padukone di JC Nagar (pinggiran Bengaluru)," tutur Inspektur Girish Naik dari Kepolisian JC Nagar dalam pernyataannya seperti dilansir Times of India, Rabu (22/11). Karena adanya ancaman itu, Padukone pun urung menghadiri acara penting yang juga dihadiri Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dihadiri Perdana Menteri India Narendra Modi. Ivanka (36) akan mengunjungi India pekan depan, untuk menghadiri forum kewirausahaan global atau Global Entrepreneurship Summit (GES) 2017 yang digelar di Hyderabad pada 28-30 November. Seperti dilansir media ternama AS, The Washington Post, Rabu (22/11), Padukone yang kini merupakan aktris Bollywood dengan bayaran termahal ini, dijadwalkan ikut hadir dalam forum itu. Alasan Padukone membatalkan kehadirannya dalam forum GES ini tidak diketahui pasti. Menurut pejabat senior pemerintahan Telangana, wilayah yang menjadi lokasi forum itu, seperti dilansir media lokal NDTV, Padukone resmi menyatakan tidak akan hadir dalam forum internasional itu pada Senin (20/11) waktu setempat. Pejabat senior ini mengkonfirmasi bahwa sebelumnya Padukone bersedia hadir. Tidak diketahui pasti apakah Padukone membatalkan kehadirannya karena kekhawatiran keamanan atau karena dirinya tidak senang dengan cara pemerintah India dalam menangani kontroversi film 'Padmavati' yang dibintanginya.
Tag :

Berita Terbaru

Saham PT Hasil Karya Digugat Ahli Waris, Tergugat: Semua Sudah Tuntas Saat Almarhum Hidup

Saham PT Hasil Karya Digugat Ahli Waris, Tergugat: Semua Sudah Tuntas Saat Almarhum Hidup

Rabu, 15 Apr 2026 17:16 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa kepemilikan saham di tubuh PT Hasil Karya memasuki babak krusial di Pengadilan Negeri Surabaya. Gugatan yang diajukan oleh …

Dorong Swasembada Pangan, Program Bahana Bersahaja Menyasar Desa Bancong

Dorong Swasembada Pangan, Program Bahana Bersahaja Menyasar Desa Bancong

Rabu, 15 Apr 2026 16:47 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 16:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong swasembada pangan melalui berbagai program. Salah satunya melalui Bahana Bersahaja di D…

Sinergi Pemkot–Polisi Diperkuat, Wali Kota Eri Cahyadi Genjot Parkir Digital

Sinergi Pemkot–Polisi Diperkuat, Wali Kota Eri Cahyadi Genjot Parkir Digital

Rabu, 15 Apr 2026 15:48 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kolaborasi dengan kepolisian untuk menjawab kebutuhan layanan publik. Salah satu…

Terganjal Komitmen Kontraktor, Pedagang dan Warga Desak Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Segera Dimulai

Terganjal Komitmen Kontraktor, Pedagang dan Warga Desak Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Segera Dimulai

Rabu, 15 Apr 2026 15:37 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Harapan percepatan rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri terus disuarakan berbagai elemen masyarakat. Mulai…

Tingkatkan Kenyamanan, Pavingisasi Terminal Sarongan Banyuwangi Terus Dikebut Capai 50 Persen

Tingkatkan Kenyamanan, Pavingisasi Terminal Sarongan Banyuwangi Terus Dikebut Capai 50 Persen

Rabu, 15 Apr 2026 15:31 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka meningkatkan kenyamanan serta aktivitas ekonomi warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mulai fokus kebut…

Kader NasDem Kota Madiun Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo, Bantah Isu Merger dengan Gerindra

Kader NasDem Kota Madiun Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo, Bantah Isu Merger dengan Gerindra

Rabu, 15 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:29 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kader Partai NasDem Kota Madiun menyampaikan keberatan atas pemberitaan Majalah Tempo yang terbit beberapa hari lalu. Mereka men…