Dua Napi Kendalikan Peredaran 600 Ribu Ekstasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Diketahui 600 ribu pil ekstasi berasal dari Belanda. Penyelundupan ekstasi dikendalikan dua narapidana dari Rutan Kelas I Surakarta, Solo dan Rutan Bogor, Jawa Barat. Direktorat Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) bekerja sama dengan Bea Cukai membongkar kasus penyelundupan 600 ribu pil ekstasi dari Belanda. Sebelum terbongkar, ratusan ribu pil ekstasi itu rencananya akan dijual ke sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta dan Jawa Timur. "Barang bukti 600.000 butir itu akan diedarkan ke diskotek termasuk persiapan Natal dan Tahun Baru. Harganya Rp500.000 per butir sehingga total seluruhnya mencapai Rp300 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta. "Dari hasil interogasi tersangka Andang Anggara alias Aan Bin Suntoro yang berada di Rutan Kelas I Surakarta dan Sonny Sasmiata alias Obes yang berada di Lapas tingkat I Gunung Sindut," ungkapnya. ‎‎ Penyelidikan sindikat jaringan peredaran narkotika ini berawal dari laporan masyarakat. Satgas narkotika Polri lalu membentuk tim gabungan dengan pihak Bea Cukai mengawasi masuknya narkotika itu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. "Setelah barang tiba, tim gabungan melakukan pengawasan terhadap barang itu (narkotika) dan pada tanggal 8 November pukul 08.00 WIB, kami melakukan penggerebekan di Villa Mutiara, Bekasi," katanya. Dari hasil penggerebekan di Villa Mutiara, Bekasi, polisi berhasil menangkap dua orang tersangka, Dadang Firmansyah dan Waluyo. Dari tangan kedua pelaku, disita dua kotak besar boks kayu yang berisi ekstasi sebanyak 120 bungkus dengan tiga warna yaitu oranye, pink dan hijau. "Dari hasil interogasi kedua pelaku ketahui bahwa barang tersebut dikendalikan Aan Bin Suntoro dan Obes," ucapnya. sin
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…