Emil Dardak Tahan Banting

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Serangan dan makian bertubi-tubi yang ditujukan kepada Emil E Dardak pasca berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018 dibela Partai Golkar. Emil pun dianggap kader muda yang tahan dari kebencian yang dilakukan lawan politik. Pernyataan itu dilontarkan Sahat Tua Simanjuntak Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur saat pembukaan Musda VII DPD AMPI Jatim di Surabaya (25/11). Kebetulan, Emil E Dardak hadir di tengah-tengah ribuan kader AMPI seluruh Jawa Timur di Graha Beringin Jl A Yani Surabaya. “Emil Dardak ini Tokoh muda milenial yang disiapkan untuk menjadi pemimpin di Jawa Timur, wajar banyak yang kaget,” kata Sahat saat pembukaan Musda AMPI di Surabaya, Minggu (26/11). Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini memuji sosok bupati Trenggalek ini sebagai tokoh muda yang murah senyum dan tahan makian. Karena diketahui bersama, Emil sejak mendapat rekom maju pilgub dari Partai Demokrat dan Partai Golkar, langsung dikecam banyak pihak terutama partai-partai yang tidak mengusungnya. Baik itu dari lawan politik di Trenggalek hingga desakan mundur dari Menteri Dalam Negeri baru-baru ini. “Meski dimaki-maki belakangan ini, tetapi Emil cukup membalas marah dengan senyuman,” puji Sahat yang dalam kesempatan itu berkali-kali menyebut bahwa Emil adalah cawagub mendampingi ibu Khofifah yang diusung partai Golkar. Menurutnya, Kalau ada opini negatif kepada calon gubernur diusung Golkar itu hal yang wajar dalam proses berpolitik. “Mereka itu adalah pihak-pihak yang tidak ingin Golkar punya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, biarkan saja,” tegas Sahat. Dalam kesempatan yang sama, Emil Dardak mengaku tidak takut dengan apapun bentuk kampanye negatif yang ditujukan kepadanya. “Jangan dikira anak muda itu mudah ditakut-takuti,” kata Emil. Diakuinya, banyak yang ingin mematahkan , mengira kalau kandidat diteror, kalau ditakut-takuti, kandidat itu bakal takut. “Generasi milenial adalah bukan kutu loncat apalagi oportunis. Tapi kami akan buktikan bahwa kami ini mampu,” cetus Emil. Ia juga menegaskan, meski maju Pilgub Jatim, bukan berarti akan meninggalkan rakyat Trenggalek. Karena sesuai aturan Undang-Undang seorang kepala daerah tidak perlu mundur ketika mencalonkan diri sebagai cagub-cawagub. “Kami tetaplah masih bisa memimpin di Trenggalek. Kami tidak menghianati masyarakat Trenggalek. Karena saya dipilih atau tidak dipilih (pilgub) kami tetap menjabat hingga 2019,” seru Emil. Selain itu, belakangan ini dia juga banyak mendapat cibiran, bahwa generasi milenial belum saatnya memimpin di tingkat provinsi karena belum kelihatan kerjanya dan belum ada prestasinya. Padahal, saat ini sejak bertugas di Trenggalek banyak perubahan yang sedang terjadi. Trenggalek kini masuk dalam bagian dalam tata ruang nasional. “Dari daerah yang tidak pernah dilirik pembangunan, kini menjadi daerah yang menjadi pusat pertumbuhan Indonesia Timur khususnya wilayah Jawa Bagian selatan,” ungkapnya. Kini Trenggalek juga masuk dalam rencana induk pelabuhan tingkat nasional di selatan Jawa. “Dari segi pembangunan ekonomi kreatif dan UMKM, Trenggalek tahun ini menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang produk UMKM kerajinannya masuk dalam 20 produk unggulan ekspor yang dipasarkan oleh Presiden Joko Widodo ke manca Negara,” terangnya. Namun ia mengingatkan, meskipun semangat maju pilgub Jatim saat ini sedang membara, namun dirinya tidak akan melupakan jasa partai-partai pengusungnya saat maju bupati Trenggalek 2015 lalu. Khususnya kepada PDI-P yang kini tidak dalam barisan pengusung di pilgub Jatim. “Saya sudah komitmen untuk tetap menghormati PDI Perjuangan. Jangan sampai perbedaan partai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita. Saya akan menjadi contoh, bahwa apapun pandangan politik yang kita ambil kita harus tetap saling menghormati,” pungkasnya Terpisah, desakan kepada Khofifah Indar Parawansa mengundurkan diri sebagai Menteri Sosial dinilai menyalahi undang-undang. Sejumlah akademisi dan pengamat politik menyebut Khofifah tidak harus mundur saat mengikuti suksesi Gubernur Jawa Timur, 2018 mendatang. Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Nurul Ghufron mengatakan Pilkada adalah proses demokrasi yang penuh dengan regulasi. Seluruh tahapan diatur jelas dalam setiap pasal perundang-undangan yaitu UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Termasuk diantaranya, kepesertaan dalam suksesi kepemimpinan tersebut. “Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tidak menyebutkan bahwa menteri yang hendak maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur harus mengundurkan diri, jadi tidak perlu mundur,” kata Ghufron, Minggu (26/11). Aturan tentang kewajiban mundur tersebut diatur dalam Pasal 7 ayat 2 UU 10 Tahun 2016. Sejumlah pejabat yang harus mengundurkan diri antara lain DPR, DPRD, DPD, TNI/Polri, PNS serta pejabat BUMN dan BUMD. Bahkan tidak ada aturan dalam bentuk undang-undang dalam penyelenggaraan pemilu maupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur tentang pengunduran diri seorang menteri yang maju Pilgub. “Mengacu pada regulasi tersebut maka Khofifah sekalipun maju menjadi Calon Gubernur tidak harus mundur. Regulasi itulah yang harus menjadi acuan selama tidak ada peraturan yang menggantikan,” ungkap Gufron. Senada, Peneliti Senior Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas menuturkan dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 yang harus berhenti adalah anggota DPR, DPRD, DPD, TNI/Polri, PNS serta pejabat BUMN dan BUMD. “Aturannya ada di UU Nomor 10 tahun 2016. Secara eksplisit tidak disebutkan itu (menteri harus mundur-red). Khofifah maupun Gus Ipul bisa cuti di luar tanggungan negara selama masa kampanye resmi,” ungkapnya. Namun, lanjut Sirajuddin, sebagai menteri yang bertugas membantu presiden, Khofifah wajib melapor dan meminta izin kepada Presiden jika positif ikut pilkada. “Tergantung kebijakan Presiden seperti apa. Sepenuhnya menjadi hak yang bersifat opsional bagi Presiden,” tuturnya. rko
Tag :

Berita Terbaru

Campus League 2026 Hadir di Surabaya, Usung Standar FIBA dan Regenerasi Atlet Nasional

Campus League 2026 Hadir di Surabaya, Usung Standar FIBA dan Regenerasi Atlet Nasional

Senin, 20 Apr 2026 20:20 WIB

Senin, 20 Apr 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Kompetisi basket antarperguruan tinggi bertajuk Campus League Regional Surabaya resmi bergulir pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Uni…

Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post

Kinerja Moncer, Bank Jatim Raih Penghargaan dari The Asian Post

Senin, 20 Apr 2026 17:24 WIB

Senin, 20 Apr 2026 17:24 WIB

SurabayaPagi, Surakarta - 16 April 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses meraih penghargaan prestisius dalam ajang The Asian Post…

Perkuat Sinergi Lewat FKPM, PLN Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Malang

Perkuat Sinergi Lewat FKPM, PLN Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan di Malang

Senin, 20 Apr 2026 16:34 WIB

Senin, 20 Apr 2026 16:34 WIB

SurabayaPagi, Malang – PT PLN (Persero) terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat melalui kegiatan Forum Kemitraan Polisi dan …

Program Parkir Berlangganan Kota Mojokerto Dipastikan Tetap Sesuai Aturan

Program Parkir Berlangganan Kota Mojokerto Dipastikan Tetap Sesuai Aturan

Senin, 20 Apr 2026 14:20 WIB

Senin, 20 Apr 2026 14:20 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Program parkir berlangganan yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto dinilai memberikan kemudahan.  Masyarakat cukup …

Pelaku UMKM di Magetan Gigit Jari, Harga Plastik dan Minyak Goreng Melonjak Naik

Pelaku UMKM di Magetan Gigit Jari, Harga Plastik dan Minyak Goreng Melonjak Naik

Senin, 20 Apr 2026 13:38 WIB

Senin, 20 Apr 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena harga plastik di beberapa daerah mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satunya di Magetan, Jawa Timur. Bahkan tak…

Harga Aspal Melonjak 20 Persen, Pemkab Ponorogo Bakal Pangkas Target Perbaikan Jalan

Harga Aspal Melonjak 20 Persen, Pemkab Ponorogo Bakal Pangkas Target Perbaikan Jalan

Senin, 20 Apr 2026 13:27 WIB

Senin, 20 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena kenaikan harga aspal hingga mencapai 20 persen, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur mulai…