Cara Facebook Tangkal Terorisme

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, London – Banyaknya postingan di facebook yang berbau propaganda, pihaknya membuat kebijakan baru. Di masa depan postingan yang berbau terorisme tidak akan bias dilihat di facebook. Itu setelah raksasa media sosial tersebut mengumumkan tengah mengembangkan sebuah teknologi yang bisa mendeteksi konten milik kelompok teroris. Kepala Kebijakan Global Facebook, Monika Bickert dan Brian Frishman mengunggah sebuah blog jelang Forum Kontra-Terorisme Uni Eropa (UE) 6 Desember mendatang. Facebook menyatakan telah menghapus 99 persen konten milik Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) maupun Al Qaeda. Selain itu, sebanyak 83 persen postingan yang dibuat oleh ISIS dan Al Qaeda berhasil diidentifikasi dan dihapus satu jam setelah dinaikkan. "Selama ini, kami mengandalkan pengulas konten untuk melaporkan jika ada akun atau postingan yang dianggap melanggar pedoman, dan langsung menghapusnya," kata Bickert. Namun, cara itu dianggap kurang cepat. Sebab, acap teroris tidak memasang foto yang berhubungan dengan kelompoknya. Karena itu, pengulas konten kesulitan menentukan apakah akun tersebut masuk dalam kategori terorisme. Bickert menjelaskan, saat ini perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu tengah berinvestasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi konten milik teroris lebih cepat. "AI itu akan bisa mendeteksi setiap foto, gambar, dan segala postingan yang menunjukkan adanya aktivitas terorisme," papar Bickert. Jurubicara Kementerian Hukum, HAM, dan Keamanan Inggris, atau Home Office menyambut baik pengumuman Facebook. "Pernyataan ini sangat menjanjikan di tengah perjuangan menangkal terorisme yang dilakukan Forum Internet Global," ujar jurubicara tersebut. Usama Hassan, pakar kontra-terorisme Yayasan Quilliam memperingatkan Facebook sebaiknya bisa segera memikirkan tahap lain pasca-pengembangan teknologi itu. "Ketika sebuah media sosial berhasil menangkal terorisme, maka para ekstremis bakal mencari teknologi tandingan untuk kembali unggul," ujar Hassan. Senada dengan Hassan, pakar terorisme dari Royal United Services Institute, Raffaello Pantucci, berkata dunia internet bakal semakin berkembang. "Sejalan dengan internet, terorisme juga semakin maju sehingga tantangan untuk mengatasinya bakal semakin sulit," beber Pantucci. lx/kmp
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…