Belajar Realita Kehidupan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - “Rasa bahasa yang hadir pada karya sastra selama ini sering menghipnotis pembaca-pembacanya. Rekam jejak sejarah yang dimunculkan dalam karya fiksi membuat orang lain paham tentang apa yang telah terjadi pada masa lampau,” begitulah penuturan Sri Ratnawati, dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga saat menjelaskan betapa pentingnya seseorang untuk belajar sastra. Ratna sapaan karibnya adalah salah satu dosen di FIB yang begitu cinta dengan sastra. Baginya, sastra adalah representasi kehidupan di dunia ini. Apapun yang terjadi pada kehidupan manusia, telah digambarkan jelas dalam karya sastra. Menurut dosen yang pernah menerbitkan jurnal ilmiah dengan judul Dialektika Hindu-Jawa Islam dalam Serat Mi’raj ini, jika menyinggung perihal sastra, maka perlu untuk diketahui bahwa akan ada sebuah karya dimana sastra mengemas tiga budaya dalam satu wadah, karya itu adalah sastra pesisiran. Akan didapatkan budaya Hindu, Jawa, dan Islam di dalamnya. Proses penyiaran Islam yang dilakukan di masa silam salah satunya melalui karya-karya sastra. Banyak karya sastra yang sengaja diciptakan untuk penyiaran agama Islam. Ratna menuturkan, melalui karya-karya sastra pesisiran, penyebaran agama Islam menjadi lebih efektif. “Apalagi sastra pesisiran lebih kepada membungkus Islam dengan tradisi sebelumnya,” tambah Ratna. Saat diwawancarai, dosen asal Madura ini mengatakan bahwa Islam bukanlah anti tradisi, tetapi lebih pada toleransi terhadap tradisi yang hadir sebelum Islam datang. Tentu, adaptasi tradisi itu dengan menggunakan gaya-gaya yang baru. Dikatakan Ratna, tokoh yang ditulis dalam sastra pesisiran sudah mengarah pada nama-nama Islam. Namun, beberapa masih menyinggung tradisi Hindu dan Budha. Misalnya, nama dewa dan dewi, tokoh kahyangan, dan tradisi yang lainnya. Oleh karena itu sastra pesisiran adalah salah satu alat yang digunakan untuk merepresentasikan orang-orang zaman dahulu dalam hal toleransi terhadap sesama. “Terlihat jelas, orang terdahulu lebih luwes pandangannya terhadap dunia luar dibandingkan orang-orang modern sekarang ini,” tutur dosen yang sedang melakukan penelitian mengenai dongeng Madura ini. Ratna menambahkan, saat Islam mulai mewarnai agama di Nusantara, tradisi Hindu-Budha tidak serta merta langsung dihapuskan. Namun tetap dibungkus dengan apik agar Islam dapat lebih mudah disebarkan dan diterima oleh masyarakat umum. “Islam tidak pernah menafikkan tradisi yang lebih tua. Sejarah semacam ini perlu dipelajari oleh setiap orang, tidak hanya orang-orang yang bergelumit di bidang budaya saja, agar setiap pribadi mampu menghargai setiap perbedaan yang ada di muka bumi ini,” ujar Ratna. “Sastra itu tidak pernah berbohong. Apapun yang dituliskan itu adalah riil. Walaupun memang sastra dikemas dalam bentuk fiksi, namun berangkatnya dari realitas,” tambah Ratna. Ratna berujar, sastra pesisiran tidak membicarakan hitam putih atau benar dan salah. Namun, sastra ini menggambarkan bagaimana konsekuensi bagi orang baik dan orang jahat, maupun perbuatan benar dan salah. Sebagai seorang akademisi, Ratna memiliki harapan kepada masyarakat umum, khususnya kalangan pemuda, agar lebih mencintai sastra. Karena dari sastra, dunia dapat dilihat dalam sekejap. “Sastra selalu memberikan pelajaran moral untuk bekal hidup, serta memberi tahu kita bagaimana orang-orang terdahulu dalam mengatasi masalah dengan tidak emosional,” pungkas Ratna. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Khusus Warga Surabaya, Pemkot Siap Buka Peluang Kerja Usia Produktif Desil 1-3

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Khusus untuk warga Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk…

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

R-APBD Jatim 2027 Defisit Rp1,02 Triliun, Hidayat : Jangan Andalkan Pajak Saja

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka ruang fiskal APBD 2027 dengan tantangan tidak ringan. Pendapatan daerah diproyeksikan …

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Tingkatkan Kualitas Hidup, Dinkes Kota Madiun Perkuat Pengendalian Hipertensi

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun memperkuat…

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Bantu Modal Usaha Gen Z, Pemkot Surabaya Dorong Pemanfaatan Anggaran di Tingkat RW

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 10:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mendorong modal kegiatan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi pemuda, Pemerintah Kota…

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…