Facebook Fokus Berantas Konten Radikal Terkait ISIS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Facebook kini menjadi rumah terbesar bagi netizen dari berbagai negara. Dari data We Are Social, Facebook memiliki pengguna bulanan aktif mencapai lebih dari dua miliar, jauh di atas platform media sosial lainnya. Namun dengan jumlah pengguna sebanyak itu, Facebook juga memiliki tantangan yang tidak mudah. Mereka harus memberantas kelompok teror yang menggunakan platform mereka untuk menyebarkan ideologi kekerasan. Ada beberapa cara yang mulai diterapkan Facebook untuk menanggulangi konten terorisme di platform mereka. Dari mulai menggunakan teknologi tingkat tinggi hinga bermitra dengan lembaga-lembaga terkait. Bicara soal teknologi, Facebook menjelaskan bahwa mereka mulai menerapkan kecerdasan buatan. Teknologi tersebut memungkinkan Facebook mencari foto, video, dan teks secara otomatis. Konten teror yang ditemukan akan dihapus kurang dari sejam. "Sekitar 99 persen konten terkait teror ISIS dan AL-Qaeda yang kami hapus dari Facebook merupakan konten yang kami temukan sebelum ada orang di komunitas yang melapor. Dalam beberapa kasus, konten terdeteksi bahkan sebelum diunggah," tulis Facebook dalam siaran persnya. Untuk saat ini, Facebook memfokuskan diri untuk mencari konten-konten yang terkait dengan ISIS dan AL-Qaeda. Sebab, keduanya dianggap ancaman terbesar bagi dunia. "Kami berharap dari waktu ke waktu, kami dapat bertanggung jawab secara efektif untuk memperluas sistem kami terhadap organisasi teroris lainnya," lanjut mereka. Tak hanya berkutat di teknologi, Facebook juga mengumumkan kemitraan dengan perusahaan lainnya untuk memerangi terorisme. Musim panas lalu, mereka mengumumkan sebuah inisiatif bernama Global Internet Forum to Counter Terrorism (GIFCT) bersama dengan Microsoft, Twitter, dan YouTube. "Melalui GIFCT, kami juga terlibat dengan pemerintah di seluruh dunia dan secara bersama-sama sedang mempersiapkan penelitian mengenai bagaimana pemerintah, perusahaan teknologi dan masyarakat sipil dapat melawan radikalisasi secara online," tambahnya. Terakhir, Facebook terus meningkatkan kemampuan spesialis internal, seperti ahli bahasa, akademisi, mantan petugas penegak hukum, dan mantan analis intelijen untuk membantu menemukan konten-konten radikal dan terorisme di media sosialnya.
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…