Diduga Usai Kencani Wanita, Lelaki Ploso Tewas di Kamar Hotel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, KEDIRI - Seorang lelaki M. Ridlo (59) asal Desa Ploso Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar hotel Pondok Indah, Jalan Raden Patah Kota Kediri, Jumat (8/12/2017). Diduga tewasnya korban usai mengencani seorang teman wanitanya. Pasalnya, korban diketahui sudah biasa cek in di hotel tersebut bersama dengan seorang wanita. Informasi yang dihimpun dilapangan, korban cek in di hotel tersebut sejak Kamis (7/12/2017) kemarin dengan seorang wanita. Menurut keterangan Agus, saksi yang merupakan petugas kebersihan hotel, korban ditemukan tewas saat ia hendak membersihkan kamar sekitar pukul 12. 00 WIB. Saat itu pintu kamar korban diketuk beberapa kali tak ada jawaban. Karena merasa curiga, Agus langsung membuka paksa pintu kamar hotel dan diketahui korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi sudah mengeluarkan darah. "Korban biasanya 1 minggu sekali cek in di hotel Pondok Indah bersama seorang perempuan. Saat itu saya curiga kok nggak keluar, usai saya dobrak ternyata korban sudah meninggal dan wanita yang diajak cek in sudah tidak ada," ujarnya. Korban ditemukan diatas kasur dengan mengenakan celana panjang warna hitam dan kaos dalam warna putih. Diduga tewasnya korban sudah beberapa jam. Sebab kondisi darah keluar dari hidung dan mulut, dengan bau menyengat. Dari kejadian itu, Agus langsung melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Di lokasi kejadian petugas mengamankan sejumlah barang berupa gelas yang berisi teh dan air putih. Polisi juga sedang mencari wanita yang diduga mengetahui perihal tewasnya M. Ridlo. Diduga korban tewas karena mengkonsumsi obat-obatan dengan dosis tinggi, hingga membuat pembuluh darah pecah. Namun kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian Polsek Kota Kediri. Polisi tidak ingin berspekulasi sehingga korban tetap dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Kapolsek Kota, Kota Kediri, Kompol. Sucipto menjelaskan, hasil olah tkp sementara korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan. Darah yang keluar dari hidung dan mulut diduga akibat pecahnya pembuluh darah karena konsumsi obat dengan dosis tinggi. "Tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan maupun penganiayaan, kalau darah yang ada di hidung dan mulut merupakan indikasi pembuluh darah pecah karena konsumsi obat dosis tinggi, jadi kita masih nunggu hasil otopsi," jelas Sucipto. Sembari menunggu hasil otopsi petugas medis, polisi masih mencari identitas teman wanita korban yang saat itu cek in bersama. Sebab saat kejadian tersebut teman wanita korban sudah tidak berada di lokasi kejadian. Can
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…