Cyberbullying, Kenali Lalu Waspadai Dan Segera Tangani

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di era keterbukaan, bentuk bullying tidak hanya dalam bentuk tatap muka. Dunia siber pun menjadi media baru untuk melakukan bullying kepada seseorang yang tak berdosa. Menanggapi fenomena tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga melalui Pusat Terapan Psikologi Pendidikan (PTPP) menggelar seminar “Stop Cyberbullying” di Aula Fakultas Psikologi, beberapa waktu yang lalu. Seminar yang juga diprakarsai oleh Bullying Crisis Center PTPP Fakultas Psikologi UNAIR itu mengusung tema “Kenali Tandanya, Cegah Bahayanya, Tangani Bersama”. Hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut Bagus Ani Putra. Sebelum memberikan paparan mengenai cyberbullying, dosen yang akrab disapa Bagus itu terlebih dahulu memutar video mengenai korban cyberbullying. Seusainya, Bagus menegaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk tindakan agresi yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang. “Ini yang perlu saya tegaskan bahwa cyberbullying itu dilakukan berulang-ulang, kalau hanya masih sekali belum bisa dikatakan sebagai cyberbullying,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, dosen Psikologi Komunikasi Sosial itu memaparkan berbagai bahaya dan bentuk-bentuk cyberbullying. Kasus pembunuhan ataupun bunuh diri menjadi salah satu bahaya dari adanya cyberbullying. Perihal bentuk-bentuk cyberbullying, pesan yang buruk dan kejam, mengumbar rahasia, serta ancaman-ancaman menjadi bentuk cyberbullying yang kerap dilakukan. Usai memaparkan bahaya dan bentuk cyberbullying, Bagus juga menegaskan bahwa dalam kaitan kasus cyberbullying, semua orang dari lintas kalangan bisa terlibat. “Dalam hal ini, kita semua ini terlibat. Baik sebagai pelaku, korban, atau sekadar pemerhati,” imbuhnya. Mengenai keterlibatan setiap orang dalam cyberbullying, Bagus menjelaskan bahwa psikologi pelaku, korban, dan pemerhati tidak sama. Bagi pelaku, rasa puas dan tidak puas terhadap tindakan yang dilakukan menjadi puncak tujuannya. Sedangkan bagi korban, depresi dan agresi menjadi puncak dari gejala psikis yang dirasakan. “Bagi pemerhati, dibagi menjadi dua, ada yang peduli dan ada yang tidak peduli. Bagi yang peduli, rasa empati, upaya pencegahan, dan pengutan terhadap korban ini yang harus dilakukan,” pungkas Bagus.ifw
Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…