Jumlah PKL di Dalam Alun-alun Terus Bertambah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di dalam Alun-alun Lamongan terus bertambah, seiring dengan telah diperbolehkannya berjualan, lantaran tempat yang semula disediakan di sepanjang jalan depan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat tidak di tempati. Namun sayang, diperbolehkanya para PKL berjualan di dalam Alun-alun ini, tidak dibarengi dengan ketertiban dan pembatasan jumlah pedagang, sehingga jumlah PKL terus bertambah, padahal lokasi yang disediakan sangat terbatas. Kondisi yang demikian ini dikeluhkan bagi PKL yang sudah lama berjualan di dalam Alun-alun setempat. Lantaran selain jumlahnya bertambah, ada paguyupan baru yang konon dibeckinge oleh salah satu ormas kepemudaan di Lamongan."Kita terus terang resah karena jumlah PKL kian hari terus bertambah,"kata Agus Subandi ketua PKL Mainan Alun-alun Minggu (17/12/2017). Dikatakan Agus, jumlah PKL yang tergabung di paguyupan PKL dalam di Alun-alun berjumlah 83 orang. Namun belakangan jumlah PKL terus bertambah dan faktanya sampai saat ini sudah ada 113. Meski terus bertambah, namun sampai saat ini dirinya dengan kepengurusan lainnya tidak pernah diajak komunikasi. Malahan lanjut dia, jumlah PKL baru sekitar 30 itu membentuk paguyupan baru, di luar dari 83 PKL yang sudah mendapatkan pengesahan dan penetapan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan."Sekarang di dalam Alun-alun ada dua paguyupan, satu paguyupan yang saya pimpin yang sudah mendapatkan pengesahan, dan satunya baru, infonya sih dibeckinge salah satu organisasi kepemudaan,"terangnya. Karena dianggap liar dan belum ada pengesahan dari Disperindag dirinya meminta Satpol PP untuk menertibkan para PKL itu. Namun sayang sudah beberapa kali dilapori, namun tak kunjung ada eksen."Sabtu malam minggu memang ada Satpol PP yang akan menertibkan PKL mainan di luar 83 orang, namun tidak jadi katanya belum ada petunjuk dari Disperindag,"ungkapnya. Fauzi Teksodama pemerhati ketertiban dan keindahan lingkungan di Lamongan menyebutkan, agar keluhan pedagang resmi PKL dalam Alun-alun ini segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang, untuk menghindari adanya potensi gesekan antar PKL. Karena situasi yang demikian ini lanjutnya, sangat mungkin akan berakibat tidak baik dan tidak nyaman. "Instansi terkait harus bertindak, kalau ada yang melanggar aturan Perda, Satpol PP harus mengeksekusinya, jangan hanya hanya menunggu petunjuk Disperindag, tapi ujung-ujungnya tidak jadi, karena alasan yang dibuat-buat, Satpol PP harus tegas, kalau melanggar ya tertibkan,"terangnya. Terpisah Kepala Satpol PP Bambang Hadjar saat dikonfirmasi menyebutkan, kalau pihaknya selalu berpegang teguh pada aturan."Kalau dalam aturan dilarang ya kita larang, seperti pada Sabtu malam minggu saya sudah kasih surat perintah ke Kasi OPS untuk menjaga jangan sampai PKL di luar jumlah 83 itu masuk Alun-alun, meski keduanya paguyupan sama-sama ada yang membeckingi,"akunya. Meski demikian, Satpol PP masih tergantung dari Disperindag, karena sebagai pembina PKL kalau memang ditertibkan sesuai dengan SK itu ya tertibkan."Kalau Disperindag menginginkan untuk ditertibkan di luar jumlah yang resmi saya tertibkan, tapi fakta yang terjadi, justru Disperindag membolehkan yang di luar 83 untuk berjualan asalkan dapat izin dari Paguyupan yang lama ini yang repot,"akunya. Moh Zamroni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebutkan, kalau pihaknya punya kewajiban untuk membina dan menata PKL agar tidak sampai melanggar. Terkait PKL di dalam alun-alun, baik yang jumlahnya 83 maupun 30 pihaknya akan terus melakukan pembinaan, terutama PKL rental dan mobil-mobilan, agar keberadaanya bisa tertib. Dalam pembinaan ini juga tambah Zamroni, pihak akan selalu melakukan koordinasi dengan PUPR dan Satpol PP, agar PKL bisa berjualan lebih aman, tertib dan tidak menggangu aturan.jir
Tag :

Berita Terbaru

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Bikin Heboh! Bayi Terkunci Dalam Mobil, DPKP Gercep Lakukan Evakuasi

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian yang membuat banyak warga terheran-heran, ditemukan seorang bayi dalam keadaaan terkunci di dalam mobil di kawasan Jalan…

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Momen Hari Kartini, Khofifah Salurkan Bantuan DBHCHT untuk Buruh Rokok dan Pelaku Usaha Perempuan

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memanfaatkan momentum Hari Kartini 2026 untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan …

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini tengah viral di media sosial (medsos) terkait unggahan video yang menampilkan pusara angin bak tornado di sekitar…

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Sering Timbulkan Kemacetan, Pemkot Surabaya Siap Kembalikan Fungsi Jalan Stasiun Wonokromo

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan warga terkait Jalan Staisun Wonokromo Surabaya yang selama ini sempit dan kerap menimbulkan kemacetan…

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Dapodik dan Dana BOS Terhambat Imbas 21 Sekolah di Tulungagung Tanpa Kepala Sekolah

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tengah di landa dilema pasca banyaknya kekosongan jabatan Kepala…

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Lewat Program Gentengisasi, Jadi Harapan Baru bagi UMKM Perajin Genteng di Trenggalek

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan atap genteng pada bangunan pemerintah dan fasilitas publik…