Trump Ancam Hentikan Dana Bantuan Palestina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa Washington memberi warga Palestina 'ratusan juta dolar' setahun dan tidak mendapat penghargaan atau penghormatan. Mereka bahkan tidak ingin merundingkan perjanjian perdamaian, yang lama tertunda, dengan Israel. NEW YORK, John Robbinson. Trump dalam kicauan di Twitter pada Selasa menyatakan Amerika Serikat dapat menahan bantuan masa depan kepada warga Palestina. Trump menuduh Palestina tidak lagi bersedia merundingkan perdamaian dengan Israel. "Jika orang Palestina tidak lagi mau merundingkan perdamaian, mengapa kita harus memberikan dana masa depan, yang besar itu, kepada mereka?" katanya. Kicauan Presiden itu menyusul rencana, yang diungkapkan duta besarnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa, untuk menghentikan pendanaan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina. "Presiden pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak ingin memberikan dana tambahan, atau menghentikan pendanaan, sampai Palestina setuju untuk kembali ke meja perundingan," kata Duta Besar Nikki Haley kepada wartawan saat ditanya mengenai pendanaan Amerika Serikat di masa depan untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk pengungsi Palestina. Amerika Serikat adalah pendonor terbesar untuk badan tersebut, dengan janji komitmen sebesar hampir 370 juta dolar pada tahun 2016. Demikian menurut laman UNRWA. Hubungan Palestina dengan Washington memburuk awal bulan lalu setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memicu kemarahan di seluruh dunia Arab dan kekhawatiran di antara sekutu Barat Washington. Beberapa pekan kemudian, lebih dari 120 negara menentang Trump dan mendukung sebuah resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa yang menyerukan agar Amerika Serikat membatalkan keputusannya atas status Yerusalem. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyebut keputusan pemerintahan Trump tentang Yerusalem sebagai "kejahatan terbesar" dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. 02
Tag :

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …