Dampak Negatif Penarikan Bantuan AS untuk Palestina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Duta Besar Swedia untuk PBB, Olof Skoog menyampaikan keprihatinannya kepada utusan AS Nikki Haley menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang akan menahan dana hingga 125 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) untuk UNRWA. NEW YORK, John Robbinson. Sebagai salah satu negara pendonor untuk Palestina, Swedia memperingatkan dampak negatif yang bisa timbul akibat keputusan AS yang menghentikan dana bantuannya untuk Badan PBB untuk Urusan Pengungsi Palestina ( UNRWA). "Jika berbicara soal stabilitas regional, penarikan dana untuk UNRWA akan berdampak sangat negatif," kata Skoog di markas besar PBB, dikutip AFP. "Dampaknya tidak hanya akan mempengaruhi kebutuhan kemanusiaan untuk lima juta orang, namun juga dapat mengacaukan stabilitas di Timur Tengah," tambahnya. Skoog menegaskan pihaknya tidak dapat hanya tinggal diam terhadap masalah ini. Duta besar Swedia ini akan membawa permasalahan ini dalam pertemuan rutin Dewan Keamanan PBB untuk membahas konflik Israel-Palestina pada 25 Januari mendatang. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada awal Januari, melalui akun Twitter-nya menuliskan ancaman bakal mengurangi bantuan AS ke Palestina setelah merasa tidak dihargai oleh negara itu. Trump menyebut Palestina yang sudah tidak mau melakukan pembicaraan damai dengan Israel dan tidak menghargai bantuan yang diberikan AS. Menyebut bantuan hingga ratusan juta dolar selama bertahun-tahun sia-sia. Sementara, Swedia merupakan negara Uni Eropa pertama yang mengakui Palestina sebagai negara pada 2014 lalu. Saat ini Swedia masuk dalam 10 pendonor terbesar untuk UNRWA bersama dengan AS, Uni Eropa, Arab Saudi, Jerman dan Inggris. 02
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…