Teori Konspirasi Bumi Berongga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sepanjang 2017, perdebatan teori bentuk bumi cukup menyita perhatian. Kelompok pendukung bumi datar sepanjang tahun ini makin menunjukkan eksistensinya. Populernya teori bumi datar dikaitkan dengan teori konspirasi. Belum reda viral bumi datar, kini muncul teori konspirasi baru soal bumi. Kelompok terbaru meyakini bumi berongga dan terdapat lubang masuk ke inti bumi. Dikutip dari Valuewalk, Selasa 26 Desember 2017, kelompok pendukung bumi berongga bukan hanya meyakini bumi tempat berpijak kita ini punya lubang yang menghubungkan wilayah permukaan bumi dan wilayah inti bumi. Dalam rongga bumi, kelompok pendukung bumi berongga menegaskan, mahluk asing atau alien, objek terbang misterius atau UFO, Nazi dan Viking hidup di dalam rongga tersebut. Makhluk asing maupun UFO diyakini muncul dari lubang tersebut. Teori konspirasi ini menggambarkan ada sesuatu yang mirip dengan sebuah surga pada inti bumi. Bicara soal bentuk bumi, teori konspirasi ini meyakini bentuk bumi adalah bulat. Namun kelompok ini mengatakan bentuk bumi versi mereka adalah seperti donat. Kelompok ini juga mengimani bentuk planet lain, bulan dan bintang juga berongga. Menurut kelompok ini, ada tiga pintu yang bisa mengarahkan manusia bisa masuk ke inti bumi, yaitu dari area pegunungan Himalaya, selain itu Kutub Selatan dan Kutub Utara. Salah satu figur yang menyebarkan teori bumi berongga yaitu Rodney Cluff. Keyakinannya itu dituangkan dalam buku berjudul 'World Top Secret Our Earth Is Hollow'. Dalam bukunya tersebut, Cluff mencibir teori dan gagasan yang disampaikan kelompok bumi datar. "Saya tak tahu bagaimana pendukung bumi datar bisa begitu membingungkan. Mereka jelas-jelas salah. Dunia ini bukan datar tapi berongga. Mereka menolak semua bukti-bukti," jelas Cluff dikutip dari The Sun. Terdorong dengan keyakinan atas teori bumi berongga, Cluff menyiapkan misi perjalanan ke inti bumi melalui pintu masuk Kutub Utara. Cluff berangkat dari Rusia dengan kapal pemecah es pada 2007. Ekspedisi ini berbiaya US$20 ribu per orang, namun belakangan misi ini dibatalkan sebelum hari keberangkatan. "Semakin banyak orang yang berdamai dengan kenyataan bahwa bumi itu berongga. Saya menerima e-mail dari orang-orang yang belajar tentang itu setiap hari. Ini pasti makin populer, dan memang belum mencapai jutaan tapi kemungkinan ribuan," kata Cluff. (viv/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…