Kelemahan Fatal yang Ada di Chip Intel Sejak 1995

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Disebut sebagai “Meltdown” dan “Spectre”, dua celah keamanan itu dapat membocorkan data yang tersimpan di dalam kernel, program inti di sistem operasi yang menjembatani antara software dengan perangkat keras (prosesor). Baru beberapa hari memasuki tahun 2018, dunia komputer kembali dibuat heboh dengan penemuan kelemahan fatal yang sudah ada di prosesor-prosesor Intel sejak lebih dari dua dekade lalu hingga kini. Kernel menyimpan data aplikasi yang berjalan dalam memori khusus, terpisah dari proses lain dan dilindungi oleh mekanisme proteksi. Meltdown dan Spectre bisa digunakan untuk menembus pengamanan ini dan mencuri informasi di dalam kernel, misalnya data dari aplikasi password manager, browser, e-mail, hingga foto dan dokumen. “Seorang penyerang bisa saja mengambil data apa pun dari sistem,” tulis Daliel Gruss, salah satu peneliti keamanan yang menemukan bug Meltdown, dalam sebuah e-mail kepada ZD Net. Karena sifatnya yang melibatkan kernel dan cara interaksi antara perangkat keras dan sistem operasi, Meltdown dan Spectre tak pandang bulu. Perangkat-perangkat berprosesor Intel, baik yang menjalankan Windows, Mac OS, atau Linux, ikut terdampak. Meltdown dan Spectre memiliki cara kerja berbeda dalam membobol kernel. Meltdown mematikan mekanisme yang mencegah aplikasi umum mengakses kernel. Akibatnya, aplikasi pun bisa membaca memori sistem. Menurut tim peneliti penemu kedua bug, Meltdown berdampak pada semua prosesor Intel yang menerapkan eksekusi out-of-order. Berarti, tiap prosesor Intel yang dibikin sejak 1995 mengidap celah keamanan ini, kecuali Itanium dan Atom sebelum 2013. Belum jelas apakah prosesor bikinan AMD dan ARM ikut terimbas oleh Meltdown atau tidak. Berbeda dari Meltdown, Spectre “menipu” aplikasi sehingga isi memori dalam prosesnya bisa diakses oleh aplikasi lain. Spectre memanfaatkan Speculative Execution yang selama ini banyak dipakai prosesor-prosesor untuk mempercepat performa. Berbeda dari Meltdown yang agaknya spesifik untuk prosesor Intel, menurut tim peneliti, Spectre berimbas pada prosesor bikinan Intel, AMD, dan ARM. Jenis perangkat yang terjangkit bug Spectre pun bukan hanya komputer, tapi juga ponsel dan perangkat apa pun yang punya prosesor di dalamnya. Khusus untuk Meltdown, celah keamanan yang ada bisa diperbaiki dengan memperkuat sekuriti kernel dengan memisahkan memorinya secara keseluruhan dari proses lain (Kernel Page Table Isolation, KPTI). Masalahnya, KPTI menambah panjang proses interaksi antara software dengan hardware, sehingga komputer akan berjalan lebih pelan dari sebelumnya. Perbaikan Meltdown diestimasi bisa mengurangi kinerja sistem Windows berbasis prosesor Intel antara 5 hingga 30 persen, sebagaimana diungkapkan oleh The Register yang menelaah soal ini. Pun begitu, sebagai kelemahan fatal, Meltdown mau tak mau mesti ditambal. Sejumlah pihak terkait seperti Microsoft, Amazon, dan Google sedang menyiapkan perbaikan untuk menambal bug Meltdown di platform masing-masing. Akan halnya Spectre, perbaikannya jauh lebih rumit karena menyangkut sebuah mekanisme (speculative execution) yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesor modern. Prosesor di masa depan bakal didesain ulang agar tak lagi terdampak oleh bug Spectre. Namun, untuk prosesor-prosesor yang sudah ada dan kadung digunakan di miliaran perangkat, hanya sedikit yang bisa dilakukan selain menyalurkan perbaikan sementara. “Karena tak mudah untuk diperbaiki, (Spectre) bakal menghantui kita beberapa lama,” tulis tim peneliti. sta
Tag :

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…