Temuan Bendera ISIS Disebuah Masjid di Mojokerto

Polda Jatim Buru Pembawa Bendera ISIS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Warga di Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto dikejutkan dengan ditemukannya sebuah bendera berlambang ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Apalagi bendera itu ditemukan di Masjid Al Hidayah, dusun tersebut. Kini, bendera ISIS itu sudah diamankan aparat kepolisian setempat. Sedangkan pembawa bendera ISIS itu masih misterius. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan temuan bendera ISIS itu. Menurutnya, Polres setempat (Polres Mojokerto) mendapat laporan pada Minggu (14/01) sekitar pukul 13.00 Wib kemarin. Atas temuan itu, menurut Kombes Pol Frans Barung, Polda Jatim sudah diterjunkan ke TKP untuk memback-up Polres Mojokerto. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Tentu untuk mengungkap siapa sebenarnya yang meninggalkan bendera (ISIS) tersebut di dalam masjid setempat," sebutnya kepada Surabaya Pagi saat dikonfirmasi, Senin (15/01). Saat ditanya apakah penemuan bendera ISIS itu sebagai wujud bahwa para jihadis maupun simpatisan ISIS di Jawa Timur masih eksis? Kombes Pol Frans Barung menjawabnya normatif. "Yang pasti, pergerakan kelompok-kelompok radikal menjadi salah satu fokus kepolisian untuk memantau dan menindaknya. Tidak terkecuali Polda Jatim. Untuk itulah, temuan ini akan menjadi fokus kami untuk mengungkapnya," paparnya. Pengamat Terorisme Menduga, Pembawa Bendera adalah Simpatisan ISIS Terpisah, menanggapi temuan bendera ISIS tersebut, pengamat terorisme, Profesor Akhmad Muzakki menyatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud eksistensi mereka (para simpatisan atau jihadis ISIS) di Jawa Timur. "Tapi dari pola mereka, saya cenderung menduga bahwa mereka bukanlah jihadis melainkan hanya sebatas simpatisan ISIS. Sebab jika mereka Jihadis, pergerakannya pasti silent dan tidak terang-terangan," sebutnya. Pria yang juga menjadi Guru Besar di UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel) Surabaya ini juga menyatakan, sebenarnya pesan yang disampaikan simpatisan ISIS di Jawa Timur ini bukan yang pertama. Dan dari catatannya, memang ada pergeseran yang patut dipantau pihak kepolisian. Yaitu jika sebelumnya bergeser dari utara menuju barat. Saat ini mereka cenderung bergerak dari utara menuju selatan. "Tentu, kantong-kantong teroris maupun jihadis dan simpatisan ISIS masih pada peta yang sama. Yaitu Lamongan, Mataraman serta Malang," beber Prof Akhmad Muzakki. Nah, terkait pergerakan para simpatisan ISIS yang memberi pesan melalui bendera di Masjid, Prof Akhmad Muzakki menyebut hal tersebut merupakan pergeseran mereka. Menurutnya, jika sebelumnya mereka menutup diri di kos-kosan maupun kontrakan. Kini, mereka mulai berani psy war di Masjid. "Ini yang kemudian harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat Jawa Timur dan kepolisian," tegasnya. Kendati begitu, Prof Akhmad Muzakki mengapresiasi kinerja pemerintah maupun kepolisian yang terus melakukan pemantauan, penindakan serta pendampingan. Sebab dari 600 orang simpatisan ISIS yang migrasi dari Suria ke Indonesia, telah dilakukan pendampingan dengan metode deradikalisasi. Dan hal itu menuai keberhasilan. Tapi, menurutnya, jumlah 600 individu itu bukanlah jumlah yang mutlak. Sehingga, pemerintah dan kepolisian serta masyarakat harus bersama-sama melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang mencurigakan. bkr/dw
Tag :

Berita Terbaru

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela  ‎

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela ‎

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh perlawanan hukum yang dilakukan advokat terdakwa Tho…

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aktris Nirina Zubir menjalani transformasi fisik dalam film terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu. Ia memerankan karakter Ristiana, s…

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sidang dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 untuk Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, G…

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT PLN (Persero) telah diselenggarakan di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (…

Jelang Musda Demokrat, Michael Ungkap Semua DPC Dukung Emil Dardak Pimpin Jatim

Jelang Musda Demokrat, Michael Ungkap Semua DPC Dukung Emil Dardak Pimpin Jatim

Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Jawa Timur, dukungan kepada Emil Elestianto Dardak untuk k…

Tegak Lurus AHY dan Emil Dardak, Demokrat Jatim Luncurkan JUARA

Tegak Lurus AHY dan Emil Dardak, Demokrat Jatim Luncurkan JUARA

Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komitmen Partai Demokrat untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan rakyat t…