Mengenal Terapi Baru untuk Pasien Kanker Limfoma Hodgkin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Kemoterapi merupakan pengobatan awal untuk kanker, termasuk kanker limfoma hodgkin. Ini adalah jenis kanker pada sistem kelenjar getah bening yang mamiliki gejala benjolan pada beberapa daerah tubuh seperti leher, ketiak, dan pangkal paha. Sayangnya, kemoterapi tidak selalu memberikan hasil maksimal, yang mana 20 persen dari pasien mengalami relaps (kekambuhan) atau refrakter (tidak memberikan respons) terhadap pengobatan tersebut. Kemoterapi juga menimbulkan beberapa efek samping seperti kerontokan rambut, infertilitas, dan mual. Kanker limfoma hodgkin dapat diobati dengan empat cara yaitu kemoterapi, radiologi, transplantasi sel, dan terapi target. "Pengobatan untuk kanker ini tak menggunakan bedah karena penyebaran sel sangat cepat," ujar dokter ahli penyakit dalam Arry H. Reksodiputro, SpPD-KHOM dalam pertemuan media, Rabu, 17 Januari 2018. Saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi, terapi target pun semakin dikembangkan dan ditemukan metode baru yaitu terapi Antibody Drug Conjugate (ADC). "Dalam penelitian yang kami temukan, 30-90 persen sel kanker limfoma hodgkin mengandung zat CD 30, sehingga terapi target ini menyasar pada zat tersebut," jelas dokter ahli penyakit dalam Dody Ranuhardy, SpPD-KHOM, MPH, pada kesempatan yang sama. Terapi target sendiri bertujuan untuk membantu mengirimkan agen kuat ke sel kanker yang menjadi target terapi sekaligus meminimalisir paparan pada sel yang tak disasar. Terapi ADC tak hanya menunjukkan keberhasilan pada kanker limfoma hodgkin, tetapi juga jenis kanker lain. "Respons positif untuk pengobatan ini cukup besar pada kanker limfoma hodgkin, yaitu 34 persen untuk sembuh total dan 75 persen memberikan respon bagus," tambah Dody. Kemudian, angka harapan hidup bisa mencapai 40,5 bulan. Secara global, 62 ribu orang terdiagnosa kanker limfoma hodgkin dengan 25 ribu di antaranya meninggal setiap tahun. Di Indonesia, kebanyakan penderita berusia dewasa yaitu di atas 35 tahun. Beberapa gejala yang muncul adalah demam naik turun, keringat dingin, dan penurunan berat badan drastis hingga 10 persen dalam waktu singkat. CR/beb (mtro)
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…