Bocah Perempuan 5 Tahun Hilang, Diduga Dibawa Kabu

Penculik Anak Gentayangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hilangnya Shakila Rachmawati dari tangan Siti Musharifah (33) ibu kandungnya, bisa menjadi pelajaran berharga semua orang tua. Sebab, bocah perempuan berumur 5 tahun itu hilang, diduga dibawa kabur pria misterius. Padahal, pria itu baru saja dikenal Siti, saat dirinya naik bus dari Osowilangun menuju Jalan Diponegoro Surabaya. Hingga Rabu (17/1/2018), Shakila belum juga ditemukan, sejak diduga diculik sejak Selasa (16/1/2018) kemarin. Laporan : Narendra Bakrie, Editor : Ali Mahfud Memang, Selasa (16/1/2018) kemarin, Siti yang sehari-hari tinggal di Manyar Gresik, menuju Surabaya dengan menaiki bus dari Osowilangun. Dia ke Surabaya untuk mengurus asuransi pendidikan Shakila di BRI Life. Sebab kantor cabang BRI Life Gresik menyarankan Siti untuk mengurusnya ke kantor pusat BRI Life di Jalan Dr Soetomo Surabaya. Saat itu, Siti membawa dua anaknya. Yaitu Shakila dan Adida adik Shakila. Novita Dwi, Tante korban mengatakan, ketiganya (Siti, Shakila, Adida) naik bus kota di terminal Tambak Oso Wilangun jurusan Terminal Purabaya (Bungurasih). Nah, di dalam bus itulah, Siti bertemu dengan seorang pria yang tiba-tiba sok akrab mengajaknya ngobrol. Meski sempat ngobrol panjang, Siti sama sekali tak menanyakan nama pria itu serta dari mana asalnya. Obrolan Siti dan pria misterius tadi terus berlanjut sebelum Siti sampai di Jalan Diponegoro Surabaya. Diduga, pria itu sudah menyiapkan aksinya. Sebab kepada Siti, pria itu mengutarakan banyak hal yang akhirnya membuat Siti mulai kasihan. Pria itu mengatakan kepada Siti bahwa dia baru saja ditinggal istrinya. "Dia (pria penculik) cerita ke mbak Siti sampai di Jalan Diponegoro," kata Novita kepada wartawan. Ibunya tak Curiga Bus yang dinaiki Siti akhirnya sampai di perempatan SPBU Jalan Diponegoro - Dr Soetomo Surabaya. Siti pun meminta ke kondektur bus bahwa dirinya turun di situ. Siti kemudian mengajak dua anaknya turun. Ternyata, pria misterius tadi mengikuti langkah Siti dan menawarkan diri untuk membantu Siti sampai di Kantor BRI Life yang dituju Siti. Entah karena apa, Siti percaya begitu saja dengan pria itu. Seperti keluarga, keempatnya kemudian menuju Kantor BRI Life Surabaya. Sekitar 400 meter mereka jalan kaki. Saat itu, Siti menggendong Adida. Sedangkan Shakila dilepas begitu saja bersama pria tadi. Sekitar pukul 09.30 Wib, mereka sampai di BRI Life. Diingatkan Satpam Setibanya di sana, Siti bergegas masuk dengan menggendong Adida. Sementara Shakila dibiarkan Siti bermain di luar kantor BRI Life bersama pria misterius itu. "Satpam BRI (Life) sempat meminta agar mbak Siti mengajak Shakila masuk ke dalam. Tapi Mbak Siti tidak curiga dengan pria tadi," sambung Novita. Siti hanya sebentar di dalam kantor itu, hanya sekitar lima menit saja. Setelah itu keluar dari kantor BRI Life. Saat keluar itulah, dia menanyakan Shakila kepada satpam. Siti sontak panik setelah sang satpam bilang tidak mengetahuinya. Apalagi, Siti juga tidak melihat lagi pria tersebut. Kendati tidak ada saksi yang secara langsung mengetahui perginya pria bertato bersama Shakila itu. Namun diduga kuat, pria tadi sudah mempersiapkan aksinya. Sebab dari ciri-ciri yang disebutkan Siti maupun rekaman CCTV di sekitar TKP, pria itu memakai topi warna merah dan masker warna hijau sebagai penutup wajah. Pria itu juga teridentifikasi memiliki tato di punggung hingga leher belakang.
Tag :

Berita Terbaru

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya PT Jatim Parkir Center (JPC) memperpanjang izin parkir di Jalan dr. Soetomo terancam menemui jalan buntu. Pengacara Edy S…

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Badan…

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Ratusan nelayan dan masyarakat di Pacitan, menggelar Larung Tumpeng di perairan Samudera Indonesia, sebagai tradisi pergantian…

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sejumlah masyarakat Jawa masih melestarikan tradisi jamasan pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur,…