Pakde Bikin Petani Tak Lagi Jual Gabah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sudah saatnya petani Jatim kaya, mungkin itu kata yang tepat untuk hasil dari program Hulu Hilir Agro Maritim sektor pertanian yang digagas Gubernur Jawa Timur Soekarwo, sejak awal tahun 2018. Jika sukses dalam program ini, petani Jatim bukan lagi akan panen padi secara konvensional, sebaliknya mereka akan 'panen beras' berkualitas premium. "Dalam program tersebut, Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana dari APBD sebanyak Rp 100 miliar yang akan digunakan sebagai modal usaha bagi kegiatan pascapanen sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan)," ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jatim, Fattah Jasin, pada Surabaya Pagi, kemarin. Fattah menjelaskan melalui program ini, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani hingga 52,6 persen. Sebab petani tak lagi menjual gabah, melainkan sudah menjadi beras yang telah diolah dengan kualitas premium. Lebih jauh dijelaskannya, konsep usaha pascapanen untuk para petani itu sebetulnya sudah lama digagas dan terus dimatangkan seiring dengan rencana pemerintah menghapus subsidi pupuk. Apalagi, program ini juga didukung Presiden Jokowi. Dalam satu dua minggu kedepan, program hulu-hilir pertanian sudah siap diluncurkan. Untuk merealisasikan proyek percontohan nasional itu, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar dari APBD Jatim. Subsidi pupuk untuk wilayah Jatim yang mencapai sebanyak Rp 6 triliun per tahun. Harapannnya, subsidi pupuk yang mencapai Rp 6 triliun itu akan dialihkan sebagai modal petani melalui gapoktan untuk mengusahakan berbagai usaha pascapanen yang selama ini belum didorong karena keterbatasan modal yang dimiliki petani. Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana dari APBD sebanyak Rp 100 miliar yang akan digunakan sebagai modal usaha bagi kegiatan pascapanen sejumlah gabungan kelompok tani (gapoktan). Dana sebesar itu akan disalurkan kepada beberapa gapoktan di Jatim yang memenuhi persyaratan sebagai modal untuk mengembangkan usaha pascapanen. Bank Jatim ditunjuk sebagai perbankan yang akan menyalurkan dana tersebut dengan mematok bungan 6%. Sejauh ini sudah ada beberapa gapoktan yang memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan modal usaha. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah salah satunya memiliki IP (indeks pertanian) yang bagus, yakni mampu bertanam sebanyak tiga kali dalam setahun. “Beberapa gapoktan sudah kita identifikasi yang memenuhi persyaratan itu, mereka berada di daerah-daerah dengan IP yang cukup baik seperti di Jombang, Ngawi, Nganjuk, dan Malang,” terang Fatah mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jatim tersebut. Dengan modal kerja yang disiapkan Pemprov Jatim dan akan disalurkan melalui Bank Jatim, para petani yang tergabung dalam gapoktan bisa membuka usaha baru. Sementara itu, sejumlah daerah yang masuk dalam program Hulu Hilir ini di antaranya Jombang yang terbagi dalam tiga kecamatan, yaki Ngoro 201 ha, kemudian, Kesamben 140 ha, dan Perak 250 ha. Lalu Kabupaten Kediri yang terletak di Kecamatan Banyaan 175 ha, dan Kecamatan Kandangan 150 ha. Ada juga di Kabupaten Pasuruan yang berada di Kecamatan Gempol Desa Jeruk Purut dengan luasan 60 ha dan di Desa Bulusari 170 ha. Ada juga di Kabupaten Malang di Kecamatan Singosari dengan luasan 108 ha. Selalnjutnya di Kabupaten Ngawi yang terletak di Kecamatan Paron dengan luasan 1.461 ha.arf
Tag :

Berita Terbaru

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…

Apresiasi Dedikasi, Walikota Ning Ita Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 628 ASN

Apresiasi Dedikasi, Walikota Ning Ita Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 628 ASN

Sabtu, 20 Jun 2026 12:39 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 12:39 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Sebanyak 628 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya …

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela  ‎

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela ‎

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh perlawanan hukum yang dilakukan advokat terdakwa Tho…

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Drama Keluarga Jangan Buang Ibu, Ingatkan Anak untuk Tidak Menelantarkan Ibu

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 18:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aktris Nirina Zubir menjalani transformasi fisik dalam film terbarunya berjudul Jangan Buang Ibu. Ia memerankan karakter Ristiana, s…

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Asrama Santri Al-Ibrohimi Tak Berwujud, Dana Hibah Rp400 Juta Malah Berubah Jadi Tanah Atas Nama Pribadi

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sidang dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 untuk Yayasan Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, G…

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 17:14 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT PLN (Persero) telah diselenggarakan di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (…