Kinerja PPDP Mulai Disorot, Ini Alasannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sabtu pekan lalu pendataan atau coklik (pencocokan dan penelitian) data pemilih di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dimulai secara serentak. Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) pun mulai melaksanakan tugasnya. Dengan turun ke rumah-rumah penduduk melakukan pendataan di tiap-tiap TPS. Per TPS diisi PPDP satu orang. Nah, meski coklik ini sudah berjalan selama sepekan, nyatanya masih ada PPDP yang ditengarai belum menjalankan tugas. Bukti rumah-rumah di komplek tersebut belum terdapat stiker ciklok yang dipasang petugas. Komplek yang diduga belum dilakukan coklik data pemilih seperti di komplek perumahan Semen Indonesia Segunting, Kelurahan Sidomo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Dari lapangan diperoleh informasi, PPDP di TPS komplek perumahan SI Segunting belum melakukan coklik, lantaran petugasnya masih berada di luar daerah. Padahal, PPDP mestinya stanbay di wilayah tugasnya, sehingga coklik ini tidak menghambat pelaksanaan tahapan Pilkada Jawa Timur 2018. Menurut informasi salah seorang petugas coklik atau PPDP Kecamatan Kebomas, yang minta namanya tidak dikorankan mamun layak dipercaya mengemukakan bahwa sejatinya pendataan itu harusnya sudah berjalan. Namun ketika ada di TPS PPDP-nya belum melakukan tentu disayangkan. Karena pendataan pemilih ini, bukan pekerjaan sehari atau dua hari. Dan tidak bisa dianggap sepeleh. "Kita ini sudah seminggu kok berjalan pendataan ini. Inipun ada yang belum bisa ditemui karena saat didatangi rumahnya mereka kerja, malam hari didatangi mereka sudah tidur. Ini yang perlu diantisifasi," ujar sumber internal dari PPDP, Kamis (25/1/2018). Untuk konfirmasi masalah ini, Ketua KPU Gresik belum berhasil dihubungi. Begitu pula saat dihubungi telepon selulernya, juga belum diangkat. Sementara itu, pengamat politik yang juga mantan anggota dewan salah satu daerah di Kalimantan Hj Emmy Susilowati, S.Sos mengakui seringnya muncul persoalam dalam data base pemilih karena ulah PPDP. Petugas seringkali bekerja tidak profesional dan menganggap gampamg amamah diembannya. Mestinya PPDP TPS komplek perumahan SI Segunting sudah bekerja sejak tahapan coklik dimulai. Sehingga pemilih komplek itu bisa terakomodir semua. Apalagi komplek tersebut, merupakan komplek yang penduduknya sibuk. "Petugas yang kinerjanya seperti inilah, berpotensi data pemilihnya menimbulkan masalah. Pengalaman lalu, banyak pemilih tak terdaftar lantaran PPDP-nya yang tak serius bekerja," tandas wanita kelahiran Manyar, Gresik menanggapi masih adanya PPDP salah satu TPS yang hingga kini belum sama sekali melakukan coklik alasan sibuk kerja. Dikatakannya, KPU Gresik diharapkam bisa segera menyikapi hal ini. Paling tidak, PPDP di TPS tersebut diminta segera turun melakukan coklik. Sehingga, tenggang waktu pendataan pemilih, tidak molor. Dan dipastikan pemilih semua terdata. Mis
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…