Gerhana Bulan, BMKG Soroti Pesisir Jawa dan Selat Karimata

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Datangnya Gerhana Bulan Total pada akhir Januari bersamaan dengan bulan pada jarak terdekat atau Supermoon, bakal berdampak pada pasang surut air laut. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin menuturkan, purnama dan bulan baru memang menyebabkan pasang maksimum air laut. Sebab saat purnama, gravitasi bulan diperkuat matahari. Dia menjelaskan pada saat gerhana, efek gravitasi bulan bertambah lantaran matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis. "Untuk 31 Januari efeknya lebih kuat lagi, karena selain gerhana, bulan juga pada posisi terdekat (Supermoon)," jelas Thomas kepada VIVA, Kamis malam 25 Januari 2018. Terkait dampak gravitasi bulan, dalam kondisi normal atau purnama, pasang maksimum hanya berdampak pada limpasan air laut menjadi banjir pasang. Dalam momen seperti ini, menurut profesor riset LAPAN itu, kondisi yang perlu diwaspadai saat terjadi cuaca buruk di laut, sebab menimbulkan gelombang tinggi yang akhirnya memunculkan banjir rob ke daratan. "Dampak lainnya kalau terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum tersebut," jelasnya. Pesisir selatan Jawa dan Selat Karimata Soal pasang maksimum, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan, dampak gerhana bulan nanti kemungkinan air laut pasang yang tertinggi terjadi di daerah Cilacap. Peneliti Cuaca dan Iklim Maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Siswanto menjelaskan, kemungkinan daerah di Jawa Tengah itu akan mengalami pasang setinggi 160-170 cm. "Umumnya di pesisir selatan Jawa pasang naik lebih tinggi karena berhadapan dengan samudera luas. Demikian juga untuk daerah di sekitar Selat Karimata yang memiliki dasar laut lebih dalam dari pesisir Jawa. Umumnya pasang surutnya lebih tinggi," jelas Siswanto. Soal banjir rob atau air laut pasang, Siswanto mengatakan, pada gerhana yang bertepatan dengan Supermoon kali ini pengaruhnya lebih kecil dibanding saat Supermoon pada 2-4 Januari 2018. Dia menjelaskan, Supermoon pada pekan pertama 2018 lalu, jarak bulan lebih dekat 2428 kilometer dari bumi dibanding Supermoon akhir Januari ini, yang jarak terdekatnya (perigee) 358.993 kilometer dari bumi. Pada Supermoon 2-4 Januari, beberapa wilayah di Indonesia terdampak banjir rob, termasuk di Muara Angke, Jakarta Utara. Saat itu pasang air laut maksimum di Jakarta Utara sekitar 90 cm. "Pada Supermoon kali ini, karena jarak lebih jauh sekitar 2000 kilometer, menyebabkan dampak tarikan gravitasi bulan terhadap pasang air laut sedikit lebih rendah. Jakarta utara diprediksikan pasang surut berkisar 80 cm," jelas Siswanto. Sementara itu, pengamat astronomi di LangitSelatan, Avivah Yamani merinci proses awal hingga akhir Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018, seperti dikutip dalam tulisannya di laman LangitSelatan: Waktu Indonesia Bagian Barat Awal Gerhana Penumbral 17:51:15 WIB Awal Gerhana Sebagian 18:48:27 WIB Awal Gerhana Total 19:51:47 WIB Puncak Gerhana 20:31:00 WIB Akhir Gerhana Total 21:07:51 WIB Akhir Gerhana Sebagian 22:11:11 WIB Akhir Gerhana Penumbral 23:08:27 WIB Waktu Indonesia Bagian Tengah Awal Gerhana Penumbral 18:51:15 WITA Awal Gerhana Sebagian 19:48:27 WITA Awal Gerhana Total 20:51:47 WITA Puncak Gerhana 21:31:00 WITA Akhir Gerhana Total 22:07:51 WITA Akhir Gerhana Sebagian 23:11:11 WITA Akhir Gerhana Penumbral 00:08:27 WITA – 1 Februari 2018 Waktu Indonesia Bagian Timur Awal Gerhana Penumbral 19:51:15 WIT Awal Gerhana Sebagian 20:48:27 WIT Awal Gerhana Total 21:51:47 WIT Puncak Gerhana 22:31:00 WIT Akhir Gerhana Total 23:07:51 WIT Akhir Gerhana Sebagian 00:11:11 WIT – 1 Februari 2018 Akhir Gerhana Penumbral 01:08:27 WIT (viv/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…