Derita Pengungsi Rohingya Belum Usai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Di kamp pengungsian terbesar dunia, para pengungsi harus dihadapkan pada tantangan baru. Awal tahun merupakan waktu di mana hujan lebat yang dapat membawa banjir bandang dan tanah longsor bisa melanda wilayah itu. KUTUPALONG, M. Burhanudin. Sebuah lereng bukit berdebu di Kutupalong, Bangladesh, menjadi rumah baru bagi 800.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari konflik di Negara Bagian Rakhine. Meski tempat baru tersebut terbilang aman dari serangan militer, namun penderitaan mereka belum berakhir. Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) telah memperingatkan akan bencana tersebut dan dampak yang akan dibawa olehnya. Kekhawatiran terus meningkat, namun solusi belum ditemukan untuk menangani masalah yang ada. "Musim penghujan diperkirakan akan dimulai pada akhir Maret. Badan-badan bantuan khawatir rumah-rumah yang bertengger di lereng bukit itu bisa jatuh ke lembah yang dipenuhi air stagnan akibat hujan lebat," kata perwakilan UNHCR, Richard Evans, dikutip dari laman Sky News. Evans memperkirakan, setidaknya 20 persen kamp pengungsian bisa berisiko terkena dampak bencana. Belum lagi penyebaran penyakit yang dibawa oleh bencana tersebut. Mereka berusaha untuk memindahkan para pengungsi ke wilayah lebih aman sebelum waktunya habis. "Orang-orang menyebut ini adalah situasi darurat yang berada dalam kondisi darurat. Dari angka perkiraan, 100.000 orang bisa terkena dampak langsung dari banjir dan tanah longsor. Jangan lupa juga ada risiko kebakaran di wilayah dan penyakit menular," paparnya. Sementara itu, Dokter Badan Amal Save the Children menyatakan, dalam kondisi kamp yang relatif sempit, risiko penyakit menyebar akan lebih cepat. Wabah difteri yang melanda sejak ribuan tahun lalu juga mengancam datang kembali. "Selama musim hujan di Bangladesh, diare dan kolera menjadi penyakit umum yang mudah ditularkan. Belum lagi penularan penyakit lain. Kita harus memikirkan segala kemungkinan itu dari sekarang," ujar dokter Simour. Pengungsi Rohingya merupakan orang termiskin di dunia. Hidup mereka sepenuhnya bergantung pada bantuan internasional. Namun, di tengah berbagai ancaman yang harus mereka hadapi, kelompok tersebut tetap berusaha bertahan. 02
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…