Nikita Willy Ribut soal Tas Rp 140 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Artis Nikita Willy diduga melakukan wanprestasi kerja sama dengan klinik kecantikan MD Clinic. Akibatnya, kontrak kerja Nikita Willy sebagai brand ambassador pun diputus.‎ Bagaimana bisa? Harusnya Nikita Willy dan Ibundanya, Yora datang duduk bersama dengan Medina Zein selaku pemilik MD Clinic dan MD Glowing dan pengacaranya Razman Arif Nasution. Namun entah mengapa, Nikita Willy batal hadir dan hanya diwakili oleh pengacaranya, Kapitra Ampera. Setelah melakukan mediasi, Medina dan Nikita Willy sepakat berdamai dengan beberapa keputusan. "Tadi sudah ditunjukkan kepada saya surat kuasa Nikita Willy untuk menyelesaikan kontrak. Kontrak brand ambassador Nikita Willy udah dua kali. Oktober 2016 sampai dengan Oktober 2017 itu berlangsung baik meski ada sedikit masalah, tapi semua sudah memaafkan sehingga diperpanjang kontrak 30 Oktober 2017 sampai 30 Oktober 2018. Ada pembayaran," jelas Razman, kemarin. Pada 30 Oktober 2016 sampai 30 Oktober 2017, pihak Medina Zein sudah membayar Nikita Willy sebesar Rp 250 juta dan kontrak selesai. Untuk kontrak kedua dikatakan Razman untuk tanggal 30 Oktober 2017 sampai 2018 Medina sudah sekali melakukan pembayaran dan seharusnya bulan Januari ini juga dilakukan pembayaran. Tapi, terjadi masalah di mana Nikita Willy disebut melakukan pelanggaran kontrak. Sampai akhirnya memutuskan untuk mencari solusi dengan jalan musyawarah. "Akhirnya disepakati kompensasi dari Nikita Willy untuk postingan 3 kali dalam sebulan mempromosikan MD Glowing dan MD Clinic ini ada 3 yang tidak terpenuhi. Tapi ada juga bulan ini dibayar klien jadi saling memaafkan," jelasnya. "Tapi ada satu benda yaitu tas. Ada tas hampir harganya Rp 140 juta, disepakati dikembalikan malam ini juga. Malam ini disepakati oleh Pak Kapitra, sudah menghubungi Ibu Yora, mewakili Nikita Willy bahwa sudah diputus kontrak. Malam ini disepakati tidak ada kontrak," tambahnya.
Tag :

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…