Disdik Kota Kediri Bantah Korban Pengroyokan Masuk ICU Karena Dianiaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri membantah masuknya TA (12) siswa kelas 5 SDN Pakunden 1 Kota Kediri ke ICU RS Bhayangkara Kota Kediri karena dasar pengroyokan. Bantahan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi kepada media. Menurut Cevy, korban TA masuk ruang ICU bukan karena penyebab pengroyokan maupun penganiayaan teman sekelasnya. "Sakit anak tersebut tidak ada hubungannya dengan kejadian, Kamis (18/1/2018) lalu," ujar Cevy melalui ponselnya. Cevy mengaku, pernyataan yang dilontarkan Polresta Kediri adalah salah. Ia bahkan ingin meminta pertanggungjawaban kepolisian atas pernyataannya jika korban TA masuk rumah sakit disebabkan karena pengroyokan dan pemalakan. "Sekarang kita balik, mintakan pertanggungjawaban polresta yang bikin pernyataan itu. Hasil diagnosa dan citiscan tidak ada dari akibat kejadian kemarin," jelasnya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara menegaskan, jika kepolisian sudah menjalankan proses penyelidikan sesuai aturan. "Terserah saja dengan penilaian dari Dinas Pendidikan, yang penting kepolisian sudah sesuai prsedur. Kita juga sudah mendapat penjelasan dari rumah sakit. Jika nanti hasil visum itu sudah keluar maka akan kita sampaikan ke teman-teman media," Ridwan. Hal yang menjadi masalah menarik disini ketika Dinas Pendidikan membantah pernyataan kepolisian. Padahal sejumlah lima saksi yang merupakan terduga pelaku penganiayaan menyatakan jika mereka memang melakukan kekerasan sebelum korban masuk RS. Bhayangkara Kota Kediri. Informasi yang dihimpun dilapangan, RG (11) dan MA (11) yang menjadi terduga pelaku melakukan kekerasan dengan cara menendang hingga mengenai paha belakang korban. Sedangkan JS (11) menendang kemaluan korban, RN (11) memukul kepala korban bagian belakang dan AG (11) yang menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, TA masuk di RS Bhayangkara, Kota Kediri, sejak Selasa (23/1/2018) lalu. Dalam masa perawatan medis, kondisi T tidak kunjung membaik hingga akhirnya Jumat (26/1/2018) dia harus masuk ruang ICU. Berdasarkan diagnosa sementara TA diduga mengalami infeksi otak dan sakit pada kemaluan. Rasa sakit ini diduga akibat pukulan dan tendangan oleh para pelaku pengroyokan yang masih teman sekelasnya. Sebelumnya TA dikeroyok temannya usai terjadi cek cok saat bermain sepak bola. Sebelumnya TA juga sempat menjadi korban pemalakan yang dilakukan sejumlah terduga pelaku. Puncaknya saat TA bermain sepak bola bersama pelaku di halaman sekolah dan terjadi cek cok, akhirnya TA dikeroyok oleh empat temannya. Pelaku yang masih teman sekelasnya itu tega menendang alat vital dan memukuli kepala korban. Can
Tag :

Berita Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – KPK kembali menggeledah pejabat di Kota Madiun. Kali ini rumah Dirut Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, Suyoto, jadi sasaran, …

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI, Madiun- ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik KPK m…

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini viral, dimana salah satu halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Magetan, tepatnya di kawasan belakang Apotek…