Bumi tanpa Matahari dalam Sepekan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Matahari sudah menjadi bagian dari kehidupan Bumi. Pusat Tata Surya punya peran dalam kehidupan di Bumi. Dengan adanya Matahari, tumbuhan berkembang, energi bisa muncul. Pergantian siang dan malam juga memberikan siklus bagi kehidupan di Bumi. Lantas apa yang terjadi jika Matahari hilang dalam waktu temporal saja, misalnya lenyap dalam sepekan. Sebagian besar dari Anda kemungkinan berpikir, Bumi akan menjadi dingin dan gelap tanpa paparan sinar Matahari. Dikutip dari Howstuffworks, Rabu 21 Februari 2018, jika Matahari absen selama sepekan, keteraturan siklus di Bumi lambat laun akan menjadi kacau dan mengancam kehidupan. Bumi akan mendingin meski lambat dan tidak seketika. Suhu Bumi akan turun menjadi sekitar -17,8 derajat celsius sepanjang sepekan tanpa Matahari. Penurunan suhu itu masih bisa membuat kehidupan di Bumi bertahan. Suhu tersebut memang dingin tapi belum cukup membekukan manusia dan kehidupan lain di planet ini. Lenyapnya Matahari berarti tidak ada fotosintesis yang biasanya dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan. Menurut laman EarthSky, Dengan tak adanya proses mengubah sinar Matahari menjadi energi itu, maka tanaman akan menjadi layu dan mati. Dampak selanjutnya, hewan yang memakan tanaman akan menderita dan kelaparan dan bisa berpotensi mati. Jika Matahari tak ada sampai setahun, maka suhu permukaan Bumi akan turun hingga mencapai -73,3 derajat celsius. Kondisi ini bisa membekukan kehidupan, yang tak bisa bertahan tanpa sumber energi dan panas. Dampak parah lainnya Bumi tanpa Matahari dalam sepekan yakni absennya tarikan gravitasi Matahari pada Bumi. Padahal gravitasi Matahari membuat Bumi mengelilingi induknya. Tanpa gravitasi itu, Bumi akan melayang ‘liar’ di luar angkasa. Bahaya lainnya, Bumi bisa membentur komet, meteor atau planet lainnya. (viv/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…