SURABAYAPAGI.com, Jember-Sejumlah netizen yang aktif di media sosial menyesalkan adanya anak-anak yang dilibatkan dalam demonstrasi berjuluk "Aksi 212". Menurut M Syafa, netizen warga Gebang, Patrang ini dilaman facebooknya menyayangkan ketika anak-anak pada jam sekolah, namun justru diajak demo yang tidak dimengerti oleh si anak tersebut.
"Ini yang sering saya sampaikan...
Diatas hak kita ada hak orang lain yg harus dihargai...
Kita punya hak menyampaikan pendapat dimuka umum itu dilindungi oleh undang2...
Tapi lihatlah anak2 itu, mereka jg punya hak belajar dan usia merekapun masih muda (infonya ada yg masih kelas 8)..
Ya ALLAH...berilah hidayahMU
Semoga diantara anak2 tidak ada yang terpaksa dan tertekan...krn kita tdk akan sanggup menanggung dosanya." tulis Syafa. Laman media sosial milik Syafa langsung dibanjiri puluhan komentator yang turut menyayangkan aksi pelibatan anak-anak tersebut.
Netizen yang lain juga menyampaikan hal yang sama dan turut prihatian saat melihat anak-anak diajak demo mengancam melengserkan bupati tersebut. "Aksi 212 jember takse dahsyat yang di gembar gemborkan para aktor bermulut besar miris ketia melihat peserta aksi 212 di dominasi anak anak pelajar atau santri yang masih memakai seragam SD padahal mereka di kirim kepondok atau sekolah bukan untuk ber demo tapi belajar dan menuntut ilmu kasian orang tua mereka yang membiayai sekolah ternyata sampai sekolah di ajak demo, KALO GAK ADA YANG MAU DI AJAK DEMO JANGAN MEMAKSAKAN DIRI SAMPAI NGAJAK ANAK DIBAWAH UMUR MALU..........MALU.....MALUIN....sebagai penonton saya kecewa pak dalang gak memberikan tontonan yang bagus HIKZ," tulis Markun Simoncely pada status akun facebooknya. Status Markun lebih ramai lagi para komentatornya dan status iti dibagikan oleh banyak netizen.
Netizen Alim Sugondo, asal Kecamatan Bangsalsari juga bersikap sama. "Miris....dengan adanya aksi demo 212 yang demo banyak anak di bawah umur dan sepatutnya mengenyam belajar di sekolah semoga dijadikan perhatian bagi semuanya....salam santun selagi positif siap.," tulis Alim Sugondo pada laman akun facebooknya..
Pelibatan anak-anak kecil maupun siswa dalam sebuah demonstrasi kental nuansa politis dan konflik memang menjadi perhatian Ketua Dewan Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi. , Seto mengingatkan para demonstran aksi unjuk rasa untuk tidak melibatkan anak dalam kegiatannya.
"Undang-Undang Perlindungan Anak sudah sangat jelas melarang keterlibatan anak dalam kegiatan politik praktis, termasuk aksi demonstrasi massa," kata pria yang akrab disapa Kak Seto itu saat menghadiri acara "Hari Anak Bekasi Membaca" di Lapangan Alun-Alun Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, aturan terkait larangan itu turut mengatur sanksi hukum bagi para orang tua maupun oknum masyarakat yang melibatkan anak dalam aksi tersebut.
"Mohon jangan libatkan anak, sebab sanksinya akan menjerat para pelaku dengan pidana maksimal 15 tahun penjara. Ini amat Undang-undang yang wajib dipatuhi," katanya.ndik
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Kamis, 12 Mar 2026 13:26 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 13:26 WIB
SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang l…
Kamis, 12 Mar 2026 12:36 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 12:36 WIB
SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. S…
Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB
Rabu, 11 Mar 2026 22:49 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan terkait beberapa upaya menghadapi mudik lebaran. Arahan tersebut disampaikan…
Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB
Rabu, 11 Mar 2026 22:48 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan penjelasan terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025…
Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB
Rabu, 11 Mar 2026 18:32 WIB
SurabayaPagi, Gresik – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT …
Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB
Rabu, 11 Mar 2026 17:18 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Dalam operasi Pekat Semeru 2026 awal Januari sampai 10 Maret 2026 Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar berhasil mengungkap kasus …