Dalang Dibalik Teror Ponpes Al-Falah Ploso Kediri Terungkap

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dalang dugaan teror sejumlah ulama Pondok Pesantren Al - Falah Ploso Kediri akhirnya terungkap. Riyantono Gempol sebagai pelapor adanya kasus teror ulama tersebut ternyata merupakan dalang dari kejadian tersebut. Warga asal Ngawi, Jawa Timur itu mengaku khilaf atas perbuatannya setelah sudah merekayasa teror para ulama Pondok Al-Falah Ploso Kediri. Pengakuan Riyantono tersebut diungkapkan dihadapan para ulama Ponpes Al-Falah Ploso Kediri. "Saya menulis pernyataan ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yaitu Polresta Kediri dan para ulama Ponpes Al-Falah Ploso Kediri. Perbuatan ini atas kekhilafan saya," ujarnya dihadapan media saat rilis di Ponpes Al-Falah Ploso Kediri, Senin (26/2/2018). Dalam pernyataan yang ia buat menyebutkan, jika kronologi yang dilaporkan ke kepolisian merupakan kejadian tidak benar. Bahkan, sejumlah pengakuan jika dirinya sudah diancam tiga orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam juga merupakan rekayasa belaka. "Semua kejadian yang saya laporkan tersebut adalah senyata-nyatanya tidak benar sementara laporan itu atas kekhilafan saya," tegasnya sambil menangis dan mengakui perbuatannya. Sementara itu, ulama Ponpes Al-Falah Kediri, Ifatulah Toif menegaskan, jika pernyataan pelapor (Riyantono) yang sudah membuat resah masyarakat dan para santri pondok merupakan tidak benar. "Riyantono juga sudah mengakui dan itu memang tidak benar serta dilakukan secara spontanitas," kata ulama yang sering disapa Gus Toif. Gus Toif menambahkan, seluruh ulama Ponpes Al-Falah Ploso Kediri juga berterima kasih pada jajaran kepolisian yang telah memberikan respon cepat atas laporan yang sudah diberikan Riyantono. "Yang jelas kami atas nama keluarga besar mendukung penuh kasus ini untuk diselesaikan. Dan kami sudah sepakat karena kekhilafan beliau, kami tidak akan menuntut secara hukum karena beliau memang tidak memiliki niat seperti itu. Kita tegaskan untuk saat ini situasi pondok sudah kondusif," tegasnya. Selain itu Gus Toif juga menegaskan status Riyantono Gempol yang sempat dikabarkan merupakan khodam kiai pondok adalah salah. Riyantono sendiri sebenarnya hanya pengunjung dan bukan santri maupun alumni pondok. "Saya tegaskan kebetulan beliau (Riyantono) ini sedang berkunjung di rumah salah satu ulama pondok Al-Falah Ploso. Artinya beliau ini bukan alumni maupun santri pondok. Saat kejadian itu sendiri beliau mengaku spontanitas dan mengada-ada hal yang mungkin diluar kendalinya," tandasnya. Dalam konferensi pers ini dihadiri para gus Ponpes Al Falah. Diantaranya, Gus Reisy (putra Gus Tajud), Gus Makmun (Ketua PCNU Kabupaten Kediri, Gus Thoif, Gus Kautsar, dan Gus Fahim. Seperti diberitakan sebelumnya, teror penyerangan kiai di Ponpes Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, terjadi Senin (19/2/2018) lalu. Riyantono Gempol mengaku, sore itu Senin (19/2/2018) dia sedang berkunjung sebagai tamu ke Ponpes Al Falah Ploso untuk menemui salah seorang kiai. Dia mengarang cerita bohong kepada pihak keamanan pondok, bahwa baru saja didatangi tiga orang pria berbadan kekar. Dua diantara pelaku melumpuhkannya dengan cara menodongkan pisau dan menarik tangannya ke belakang. Sedangkan satu pelaku mengawasi. Para pelaku mencari salah satu kiai untuk dibunuh. Tetapi, tiba-tiba pelaku mengibaskan sapu tangan ke arah Riyantono, sekejap mereka menghilang. Keterangan palsu ini ternyata juga disampaikan Riyantono saat di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh pihak kepolisian. Akibat keterangan palsu Riyantono Gempol ini, pihak keamanan ponpes akhirnya mengamankan salah seorang pria yang kebetulan ingin bertemu dengan kiai. Pria tersebut adalah Abdul Azis, asal Situbondo. Penangkapan Azis ini menjadi viral karena foto - fotonya dikirimkan ke berbagai media sosial. Can
Tag :

Berita Terbaru

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebuah bangunan tempat usaha warung kopi (warkop) yang berlokasi di sebelah utara ujung timur gedung SMAN 1 Tarik atau tepatnya di…

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan HGI Research Centre untuk memperkuat pengembangan talenta d…

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…