‘Tak Ada Tempat Aman bagi Perempuan di Kota Malang’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, KLOJEN - Sejumlah perempuan menggelar aksi di depan Balaikota Malang dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional, Senin (5/3/2018). Demonstran menuntut penghapusan diskriminasi dan pemenuhan kesetaraan hak terhadap perempuan. Tuntutan lain adalah menghapus kriminalissi dalam bab kesusilaan RKUHP dan, mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan S3ksual (PKS). Koordinator aksi, Maryam Jameelah mengatakan pemerintah masih diskriminatif terhadap perempuan. Pasalnya, perempuan baru mendapat perlindungan setelah adanya tindak kekerasan. “Anak dan perempuan harus menjadi korban dulu baru negara melindungi,” kata wanita yang akrab disapa Mila itu kepada SURYAMALANG.COM. Ada 21 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Malang selama tahun ini. Empat di antaranya adalah kasus pembuangan bayi. Kota Malang memiliki Perda 12/2015 tentang Perindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Mila menilai penerapan Perda tersebut tidak maksimal. Melalui Women's Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara, pihaknya telah mengirim somasi ke DPRD Kota Malang dan Wali Kota Malang per 1 Februari 2018. Namun, hingga saat ini masih belum ada kejelasan terhadap somasi itu. “Kalau sampai 3 bulan tidak ada tanggapan, akan ada tuntutan lagi,” tegasnya. Sementara itu, Ketua WCC Dian Mutiara, Sri Wahyuningsih mengatakan perempuan belum mendapat hak yang adil di Kota Malang. “Tidak ada tempat aman bagi perempuan di Kota Malang,” paparnya. Dia juga mempertanyakan anggaran yang dikeluarkan Pemkot Malang. Menurutnya, ada dana APBD untuk perempuan dan anak. Namun, biaya visum tidak gratis. “APBD ada, tapi ke mana dananya? Kami masih urunan untuk visum,” terangnya. (cr/sry)
Tag :

Berita Terbaru

Bulan Berkah, Kabupaten Mojokerto Terima Lima Bansos dari Pemprov Jatim

Bulan Berkah, Kabupaten Mojokerto Terima Lima Bansos dari Pemprov Jatim

Jumat, 27 Feb 2026 08:31 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 08:31 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan Bantuan Sosial (Bansos) dan taliasih bagi pilar-pilar kesejahteraan…

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Darma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dengan mengusung tema “Tebar Keb…

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Mendes PDT, Stop Ekspansi ke Desa   Mendag, Minta Indomaret dan Alfamart Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih    PDIP Dukung Rencana Penghentian Indomaret d…

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Anak Buahnya, Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Divonis 10 tahun penjara    SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks D…

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kamis (26/2/2026) sore kemarin, KPK menetapkan seorang pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus s…

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan perpanjangan ini, ia berharap bunga kredit makin kompetitif sehingga penyaluran kredit UMKM bisa lebih kencang tahun ini.…