Mengenal Listeria, Bakteri Mematikan yang Mewabah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Baru-baru ini, empat orang telah meninggal dunia di Australia setelah memakan buah melon yang terkontaminasi listeria. Selain itu, 17 orang lainnya di Victoria, New South Wales, dan Tasmania juga positif didiagnosis listeriosis. Tak hanya di Australia, Reuters melaporkan di Afrika Selatan wabah ini juga turut merebak dan membuat ratusan orang meninggal dunia. Dirangkum dari sejumlah sumber, 'Listeriosis' merupakan penyakit yang disebabkan karena memakan makanan yang terkontaminasi bakteri 'Listeria Monocytogenes'. Meski tergolong jarang ditemukan, penyakit ini masuk kategori berbahaya bahkan mematikan jika menyebabkan keracunan darah atau meningitis. Listeria rentan menyerang orang tua, wanita hamil dan janinnya, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Sepuluh dari kasus yang dilaporkan tersebut terjadi pada orang-orang berusia di atas 70 tahun. Listeria banyak ditemukan berkembang di tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan dapat dibawa oleh hewan piaraan ataupun binatang liar. Buah-buahan seperti melon juga bisa terinfeksi listeria. Kondisi cuaca seperti hujan lebat dapat membuat listeria berkembang dari tanah ke tanaman, yang lebih jauh akan memicu listeria dari tanah ke permukaan atau kulit sayuran, terutama yang tumbuh rendah ke tanah, seperti semangka. Selain itu, listeria juga bisa menyebar di restoran dan rumah atau tempat makanan sering disajikan. Listeria punya kemampuan pertahanan yang kuat. Di sebuah peternakan dengan air irigasi yang bersih, listeria bertahan hingga 48 hari. Ia juga mampu bertahan pada suhu dingin atau lingkungan yang asam seperti di dalam perut. Siklus hidup bakteri ini membuatnya sulit untuk di lacak. Gejala Listeriosis Memakan makanan yang terinfeksi listeria tidak langsung membuat tubuh menjadi sakit. Gejala baru muncul sekitar tiga pekan atau hingga 70 hari. Gejalanya yang muncul mulai dari demam, nyeri otot, mual, muntah dan diare. Pada kasus yang parah, gejala bisa termasuk pingsan dan syok, terutama bila terjadi keracunan darah. Jika infeksi telah menyebar ke sistem saraf pusat, gejala yang lebih parah akan terjadi, seperti sakit kepala, leher kaku, kejang dan mengalami koma. Dalam kasus tersebut, tingkat kematian setinggi 30 persen. Pada wanita hamil infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, lahir dalam keadaan meninggal dan infeksi saat baru lahir. Listeria riskan menyerang wanita hamil karena sistem imun yang lemah. Begitu pun bayi, orang yang sudah tua, atau memiliki imun lemah karena menderita penyakit lain. Namun beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah listeria berkembang seperti dikutip dari SBS. Di antaranya, dengan cara memasak daging mentah hingga matang, mencuci sayuran dan buah secara menyeluruh, menggunakan alat potong yang berbeda untuk makanan mentah dan siap saji, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyiapkan makanan, serta mencuci alat setelah digunakan. Menurut New South Wales Food Authority, seperti dikutip dari Reuters, makanan yang berisiko mengandung listeria di antaranya melon, salad dingin, seafood mentah dan salmon panggang, produk susu yang tak dipasteurisasi, biji-bijian berkecambah, dan jamur mentah. (cnn/02)
Tag :

Berita Terbaru

Tim Gabungan Bersama Polres Blitar Maksimalkan Pencarian Korban Terbawa Arus Pantai Pangi

Tim Gabungan Bersama Polres Blitar Maksimalkan Pencarian Korban Terbawa Arus Pantai Pangi

Minggu, 14 Jun 2026 11:39 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki hari ke empat pencarian korban laka laut di Pantai Pangi, Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Polsek…

DLHKP Tingkatkan Operasional Kendaraan Pengangkut Sampah, Komitmen Jaga kebersihan Kota Kediri

DLHKP Tingkatkan Operasional Kendaraan Pengangkut Sampah, Komitmen Jaga kebersihan Kota Kediri

Minggu, 14 Jun 2026 11:29 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dalam rangka memastikan seluruh unit tetap laik jalan dalam melayani kebersihan kota, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan…

Pemkab Magetan Gencarkan Pengadaan ‘Rubuha’ untuk Tekan Hama Tikus

Pemkab Magetan Gencarkan Pengadaan ‘Rubuha’ untuk Tekan Hama Tikus

Minggu, 14 Jun 2026 11:22 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menekan maraknya hama tikus yang menyerang tanaman padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan…

Tekan Biaya Operasional Kenaikan BBM, Pemkot Malang Pertimbangkan Pakai EV untuk Kendaraan Dinas

Tekan Biaya Operasional Kenaikan BBM, Pemkot Malang Pertimbangkan Pakai EV untuk Kendaraan Dinas

Minggu, 14 Jun 2026 11:11 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna menekan biaya operasional imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per…

Lewat FF Level 2, Pemkot Surabaya Genjot Standar Kompetensi Para Personel Damkar

Lewat FF Level 2, Pemkot Surabaya Genjot Standar Kompetensi Para Personel Damkar

Minggu, 14 Jun 2026 11:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menyiapkan pemimpin-pemimpin lapangan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi profesional sekaligus meningkatkan…

Tekan Sampah Plastik ke Laut, Kota Surabaya Jadi Percontohan Program RI-UEA 

Tekan Sampah Plastik ke Laut, Kota Surabaya Jadi Percontohan Program RI-UEA 

Minggu, 14 Jun 2026 10:54 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan pencemaran sampah plastik di sungai sebelum bermuara ke laut, Kota Surabaya…