Sengketa Transmart Dukuh Kupang Berlanjut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Surabaya - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melakukan Pemeriksaan Setempat (PS) terhadap lahan Carrefour yang ada di Jalan Dukuh Kupang Barat 126 Surabaya, Senin (12/3/2018). Pemeriksaan ini dilakukan untuk meyakinkan hakim bahwa objek yang disengketakan itu ada keberadaannya. Ketua Majelis Hakim, Anne Rusiana saat ditemui di lokasi PS menyatakan, jika tidak dilihat secara langsung dikhawatirkan objek yang disengketakan tersebut tidak ada. Bahkan bisa jadi hanya berupa lapangan bola atau kuburan. Kemudian, PS ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa, tidak ada aktivitas apapun yang sebelumnya dijadikan supermarket tersebut. Pasalnya, objek ketika masih sengketa pada dasarnya tidak bisa diubah. "Kami dari pihak PN Surabaya ingin pastikan lahan sengketa itu ada atau tidak," katanya. Sengketa lahan mencuat bermula ketika anak dari ahli waris almarhum Misdan, Soehartono, memenangkan perkara gugatan soal lahan tersebut setelah berjuang bertahun-tahun. Dia akhirnya menang dan mengantongi surat penetapan eksekusi sejak tahun lalu. Tetapi pihak yang menguasai lahan, PT Alfa Retailindo, menggugat balik. Pengamatan di lokasi, objek lahan sengketa ditutupi pagar bertulisan Transmart. Papan reklame bertulisan Carrefour masih terpampang di lahan tersebut, begitu pula di bagian atap depan gedung yang berada di dalam. Sebelumnya, lahan itu memang dipakai Carrefour. Kuasa hukum ahli waris, Sumarso mengatakan, PS ini dilakukan setelah pihaknya mendengar kabar pihak PT Alfa Retailindo (Transmart/Carrefour) tetap melanjutkan proyek membangun pusat perbelanjaan. Padahal lahan proyek tersebut masih dalam proses sengketa. Nah, jika masih sengketa tidak boleh ada aktifitas di lahan yang disengketakan. "Kalau lahan itu nantinya merupakan miliki sendiri tidak apa-apa. Nah kalau nanti dalam putusan pengadilan menyebutkan kalau lahan itu milik orang lain bagaimana," ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum PT Alfa Retailindo, Ening Suwandari, enggan dimintai keterangan ketika ditanya soal PS tersebut dan mengarahkan awak media kepada pihak manajemen. Namun dia menegaskan, terkait aktifitas di atas lahan tersebut ada atau tidak, pihaknya mengaku hal itu terserah dari pihak PT Alfa Retalindo yang menurutnya memang sebagai pemilik lahan itu. "Lahan itu milik klien kami," terangnya. Kasus sengketa ini bermula ketika lahan yang dekat dengan Islamic Center in dijual saudara tiri Soehartono, MS, kepada RN pada awal 1990-an. Saat itu, nama pemilik berubah jadi Misdar dan persilnya berganti Petok D 279. Padahal, versi Soehartono, lahan itu milik ayahnya bernama Misdan dengan Petok D 229 Persil 2. Pada 1996, RN menjual lahan itu ke PT Alfa Retailindo dan dijadikan Alfa Grosir. Soehartono baru tahu lahannya beralih setelah Alfa mengajukan sertifikat ke Badan Pertanahan setempat pada 1997. Beberapa tahun kemudian bangunan dipakai Carrefour dan saat ini tengah digarap proyek Transmart Surabaya. n bd
Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…