Khofifah-Emil Kedepankan Data dan Fakta

Debat Pilgub Jatim Pertama, Apa kata Rakyat ?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Surabaya - Debat Cagub-Cawagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa–Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf–Puti Guntur Soekarno berlangsung sangat sengit. Atmosfir kompetisi tersebut bukan hanya terasa pada Paslon dan Timsesnya saja tetapi juga menyelimuti masyarakat, terutama masyarakat Jawa Timur. Banyak masyarakat yang menonton merasa terprovokasi dengan gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh kedua Paslon. Sayangnya tidak semua masyarakat Jawa Timur yang merasa antusias dengan adanya tahun politik ini. Dari riset yang dilakukan Tim Surabaya Pagi terhadap masyarakat kalangan menengah ke bawah yang dikunjungi di sejumlah Warung Kopi (Warkop), Selasa (10/4/2018), ditemukan bahwa hanya sekitar 40% yang menonton acara debat Cagub-Cawagub yang dihelat di Surabaya ini. Rata-rata dari orang yang menonton mayoritas diatas usia 30 tahun. Para penonton debat calon orang nomor 1 dan 2 di Jawa Timur ini, sangat antusias dengan dihelatnya debat Cagub-Cawagub, Selasa (10/4/2018) malam. Mereka merasa penting dengan adanya debat ini untuk memantabkan hati mereka untuk memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin Jawa Timur 5 tahun kedepan. Dari beberapa penonton debat yang ditemui Surabaya Pagi di sejumlah tempat baik Warkop dan tempat nonbar, hampir 80% mengunggulkan Khofifah-Emil. H. Khoirul Anam (55), warga Jalan Kalianak Timur mengatakan, dengan adanya debat yang dilakukan para Paslon bisa membuat masyarakat mengerti karakter pemimpin yang akan dipilihnya. Ia juga berpendapat bahwa Khofifah dan Emil lebih unggul dalam debat ini karena visi misi yang diusung lebih bisa direalisasikan ketimbang Gus Ipul dan Puti. “Khofifah dan Emil memberikan gaya orasi dan gagasan baru yang sebelumnya tidak pernah diperdengarkan oleh para Cagub-Cawagub lain,” lanjut H Khoirul Anam saat ditemui tim Surabaya Pagi selasa malam (10/04). Suyetno (50), warga Desa Kebomas, Gresik menyebutkan, debat ini memberikan pendidikan pada masyarakat agar melek politik sehingga tidak salah pilih. Pria yang bekerja sebagai Kontraktor ini juga mengaku lebih mengunggulkan Khofifah-Emil. “Emil Dardak memberikan jawaban-jawaban tegas dan lugas yang berdasarkan data,” ungkapnya Bagi mereka yang tidak menonton debat Cagub-Cawagub ini. Rata-rata penyebabnya adalah karena mereka mengaku buang-buang waktu untuk menonton debat tersebut dikarenakan mereka tidak merasa adanya dampak langsung yang dirasakan terhadap siapapun yang menang pada perhelatan kompetisi akbar tingkat provinsi tersebut. Seperti halnya Awaludin (26), warga asal Gubeng itu mengatakan, dirinya kehilangan kepercayaan kepada para pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia dari akibat visi misi yang diberikan tidak pernah ia rasakan realisasinya sehingga ia memilih untuk bersikap apatis. “Percuma juga nonton, ngga ada utungnya buat saya juga,” pungkasnya. Sama halnya dengan Khairul (23), warga asal Tegalsari ini mengaku kecewa dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya yang mana menyampaikan janji-janji yang manis saat kampanye dan debat tetapi lupa saat sudah menjabat. “Debat cuma obral-obral janji Paslon aja, males litanya,” jelasnya. Lukman Hakim (35), seorang Panitia Pemungutan Suara Desa Segoromadu, Gresik menjelaskan, pada Desa Segoromadu sendiri orang yang antusias dengan adanya tahun politik ini justru yang berumur 30 tahunan keatas. Ini disebabkan karena anak muda disekitar Segoromadu kebanyakan adalah pekerja pabrik yang mana memiliki tingkat kesibukan yang sangat tinggi sehingga acuh tak acuh dengan adanya perkembangan politik di Indonesia. Laporan: Eka Suryana, Ainul Yaqin, Alqomar
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…