Ternyata Alkohol dan Tembakau Lebih Bahaya dari Narkoba

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Laporan The Global Statistics on Alcohol, Tobacco, and Illicit Drug Use 2017 menyebutkan, alkohol dan tembakau merupakan ancaman terbesar kesehatan manusia, khususnya di negara maju, bahkan melebihi narkoba. Sebab, kedua racun tersebut membunuh manusia secara perlahan. Mulai dari menyebabkan candu atau ketagihan (adiksi) yang sangat tinggi, cacat, hingga kematian. Karena sifat ketagihan ini sangat sulit bagi seseorang yang sudah adiksi untuk melepaskan diri dari alkohol dan tembakau. "Kami melakukan pengujian narkoba dan bagaimana kaitannya dengan kematian dan kecacatan. Lebih dari seperempat miliar tahun lalu saat pola hidup sehat masih jadi pegangan, kini hilang karena adanya narkoba. Nah, alkohol dan tembakau berperan di situ," demikian bunyi laporan The Global Statistics, seperti dikutip Iflscience, Selasa, 15 Mei 2018. **foto** Dalam laporan itu juga disebutkan, meski sangat berbahaya namun alkohol dan tembakau masih laris di pasaran karena harganya yang lebih murah dibanding narkoba yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. The Global Statistics menilai, kerusakan yang disebabkan oleh alkohol dan tembakau lebih besar. Perkiraan 18 persen orang yang kecanduan alkohol harus minum setidaknya sebulan sekali, dan 15 persen orang mengaku mereka merokok setiap hari. Di seluruh dunia tingkat penggunaan narkoba memiliki angka yang rendah. Pada 2016, 3,8 persen orang menggunakan ganja dan kurang dari satu persen untuk penggunaan zat lainnya seperti amfetamin 0,77 persen, opioid nonmedia 0,37 persen, serta kokain 0,35 persen. The Global Statistics melaporkan, warga Eropa memiliki kecanduan yang tinggi terhadap alkohol dan hal ini tidak berlaku untuk narkoba. Dikatakan, satu dari 20 orang diperkirakan menggunakan ganja dalam satu tahun terakhir, atau di bawah ’pemakai’ amfetamin, opioid, dan kokain. Sementara ganja, opioid, dan kokain jauh lebih laris di Amerika Serikat dan Kanada. Ketergantungan mereka terhadap narkoba sangat tinggi. Sedangkan Australia dan Selandia Baru penggunaan amfetamin merupakan zat yang paling tinggi pada tingkat penggunaannya. Adapun China, Indonesia, dan India mempunyai jumlah perokok yang banyak namun angka kematian terbanyak di tiga negara ini justru pecandu alkohol. Tinjauan dari laporan penelitian ini diterbikan berdasarkan data yang diperoleh dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kantor PBB untuk Obat-obatan dan Kejahatan Transnasional, serta Institut Kesehatan Metrik dan Evaluasi. v
Tag :

Berita Terbaru

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Event HGI City Cup 2026 Surabaya Fest dipastikan berlangsung meriah dengan menghadirkan hiburan musik dan rangkaian turnamen domino y…

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Aparat Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap pelaku pembacokan yang terjadi di wilayah Menganti, Gresik. Setelah sempat m…

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa B…

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation menggelar peringatan ASEM D…

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…