Nasi Boranan Makanan Khas Lamongan ini Segera Dipatenkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Tak ingin makanan khas Nasi Boranan diakui oleh daerah lain, bahkan hilang dari bumi Lamongan, bupati Fadeli memerintahkan jajaran terkait, segera mematenkan nasi boranan yang sudah melegenda, dan menjadi magnet warga daerah lain untuk berburu kuliner khas Lamongan ini. Keinginan tersebut disampaikan oleh Fadeli dalam acara Puncak Hari Jadi Lamongan (HJL) dan membuka festival nasi noranan dan buka bersama makan gratis nasi boranan Sabtu (26/5) sore di Alun-alun setempat. Dikatakannya, mendaftarkan nasi boran untuk mendapatkan hak paten ini, semata-mata untuk melindungi para pedagang nasi boran, dan memperjelas asal usul nasi boran ini adalah murni kuliner yang dimiliki Lamongan, jadi ketika ada daerah yang mengkalim tentu tidak bisa. "Kenapa hak paten itu penting, karena semua itu untuk melindungi pedagang dan makanan khas yang dimiliki Lamongan, untuk mengantisipasi sewaktu-waktu kalau ada daerah lain yang mengklaim mereka tidak berani, karena sudah kita patenkan, "aku Fadeli. Selain itu tambah Fadeli, upaya untuk mematenkan nasi boranan ini, karena nasi boranan yang diproduksi di satu desa di Dusun Kaotan Desa Sumberjo Kecamatan Lamongan ini, sekarang sudah menjadi satu dari sekian makanan khas Lamongan yang sudah mendarah daging dan menjadikan ketergantungan warga untuk memburunya. "Karena begitu sudah melekat brand ini baik di dalam Lamongan maupun luar daerah, kalau ke Lamongan selalu ingat makanan khas nasi boranan, karena itu saya minta tahun ini nasi boranan sudah harus dipatenkan, jangan menunggu tahun depan, "pintanya. Sementara itu, nasi boranan sendiri Lamongan ini disebut nasi boranan karena tempat Nasi ( terbuat dari Anyaman Bambu ) yang di gendong dengan selendang pada punggung, Nasi boranan belum banyak dikenal di luar Lamongan karena memang hanya dijual di Lamongan. Nasi boranan, terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek (sejenis kerupuk bahan bakunya dari tepung beras yang dibumbui dan digoreng). Bumbu dari nasi boranan terdiri dari rempah-rempah yang sudah di haluskan, serta lauk yang ditawarkan oleh penjual bervariasi, diantaranya daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe hingga ikan sili yang lebih mahal bila dibandingkan dengan lauk-lauk lainnya. Khas nasi boranan yang tidak akan ditemui pada menu lainnya, yaitu empuk, pletuk, dan ikan sili. “Empuk ini dibuat dari tepung terigu yang dibumbui, Pletuk terbuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang, lalu dibumbui dan digoreng. Namanya diambil dari bunyi ketika makanan ini dikunyah, ‘pletuk, pletuk,"kata Fadeli menerangkan. Nah, lauk ikan sili ini yang tak bisa ditemui setiap saat, karena termasuk ikan musiman. Ikan sili dulu lebih dikenal sebagai ikan hias, harganya lebih mahal dibanding daging ayam. Bentuk ikan ini panjang seperti belut, tidak kentara mana bagian kepala atau ekornya. Durinya pun hanya ada di bagian tengah. Nasi ini disajikan biasa dijajakan secara lesehan di sekitar kawasan pasar-pasar kota di Kabupaten Lamongan.jir
Tag :

Berita Terbaru

Validasi Data Penerima MBG 3B, Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu

Validasi Data Penerima MBG 3B, Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu

Senin, 27 Apr 2026 11:24 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya pendataan calon penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita…

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Jember Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Senin, 27 Apr 2026 11:19 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi kemarau ekstrem yang mencapai…

Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026

Rehabilitasi Jembatan Junjung Tulungagung Ditargetkan Rampung Desember 2026

Senin, 27 Apr 2026 11:09 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti Jembatan Junjung yang berada di Desa Junjung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini Pemerintah Kabupaten…

Permudah dan Dongkrak Wisatawan, Pemkot Malang Optimalkan Becak Listrik

Permudah dan Dongkrak Wisatawan, Pemkot Malang Optimalkan Becak Listrik

Senin, 27 Apr 2026 11:02 WIB

Senin, 27 Apr 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun skema optimalisasi operasional…

Di Tengah Konflik Geopolitik Global, Pemkab Jember Hapus Denda Pajak hingga Juni 2026

Di Tengah Konflik Geopolitik Global, Pemkab Jember Hapus Denda Pajak hingga Juni 2026

Senin, 27 Apr 2026 10:37 WIB

Senin, 27 Apr 2026 10:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu upaya meringankan beban warga di tengah konflik geopolitik global, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember…

Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni

Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni

Senin, 27 Apr 2026 10:27 WIB

Senin, 27 Apr 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sebagai bentuk komitmennya dalam menekan angka kemiskinan sekaligus melanjutkan program dari tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten…