SURABAYAPAGI.com,Jember-Pasar Desa Semboro Kecamatan Semboro dipercaya menjadi wakil Kabupaten Jember pada lomba pasar tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2018.
Kepala Desa Semboro Didik Sumaryono mengatakan penilaian terhadap pasar desa ini dilakukan oleh tim penilai dari provinsi.
"Ini kedua kalinya pasar Desa Semboro mewakili Kabupaten Jember dalam ajang penilaian manajemen pasar terbaik se-Jatim," kata Didik saat ditemui, Jumat (06/07).
Ia juga menambahkan, Pasar Desa Semboro masuk nominasi tim penilai karena sesuai dengan indikator penilaian yang ada, aset pasar mulai dari tanah sampai bangunannya adalah milik desa. Menurutnya dalam menyambut tim penilai pihaknya sudah melakukan pembinaan mulai dari staf pasar hingga pedagang. Mulai dari kebersihan, kerapian pasar hingga keindahaan lingkungan pasar.
"Kita berharap, masuknya nominasi Pasar Desa Semboro menjadi motivasi agar kedepan pasar Desa Semboro akan lebih maju," harapnya.
Sementara itu, Ketua tim penilaian lomba Muhammad Yasin mengatakan, penilaian pasar ini berawal dari pentingnya pasar sebagai institusi dalam menggerakkan perekonomian di desa serta kelurahan.
"Untuk itu kami melakukan penilaian lebih dari 1800 pasar desa seluruh Jawa Timur, dari penilaian administrasi terpilih 12 pasar terbaik. Dan setelah kita undang untuk prosentasi, pasar Desa Semboro yang mewakili Kabupaten Jember masuk dalam 8 pasar desa terbaik se Jatim," terang Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Masyarakat Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur ini.
Selanjutnya kata Yasin, dari 8 pasar desa diantaranya pasar desa dari Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar Kabupaten Madiun, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Kediri, ini akan dinilai untuk menjadi yang terbaik.
"Tim akan bekerja dan menilai sesuai kriteria penilaian kami," katanya.
Yasin juga menambahkan, salah satu kriteria penilaian dari lomba pasar terbaik ini ialah legalitas tanah pasar, serta inovasi manajemen pasar desa dimana pasar desa merupakan aset desa yang mampu menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD). Disisi lain pihaknya juga menilai sejauh mana peran serta masyarakat, Pemerintah Desa serta Pemkab memajukan pasar desa tak hanya mengambil untung dari pasar desa tersebut.
"Juara tidaklah penting, dari penilaian ini kami akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan, pasar desa yang baik menjadi contoh untuk yang kurang baik. Hingga keberadaan pasar desa ini menjadi motor penggerak perekonomian yang bermannfaat bagi masyarakat Jatim," pungkasnya.ndik
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB
SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…
Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB
Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB
RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…
Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB
SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…
Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB
KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …
Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB
Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak
SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …
Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…