FK UNAIR-PAMKI Gelar Simposium Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menggelar acara bertajuk 1st International Scientific Meeting on Clinical Microbiology and Infectious Diseases (ISM-CMD, 10th National Congress of Indonesian Society for Clinical Microbiology (KONAS PAMKI), dan 12th National Symposium of Indonesia Antimicrobial Resistance Watch (NS-IARW). FK UNAIR bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) dan Indonesia Antimicrobial Resistance Watch (IARW) untuk menyelenggarakan acara tersebut. Bertempat di Hotel Bumi Surabaya, acara dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (13/10) dan Minggu (14/10). Terdapat sekitar 250 peserta yang berasal dari berbagai institusi kesehatan maupun pendidikan di Indonesia. Acara dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Nila Djuwita F. Moeloek, dr., Sp.M (K), Rektor Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., Ketua PAMKI, Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K), Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dan Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR beserta jajaran. Selain itu, acara ini juga mengundang beberapa ahli mikrobiologi klinik internasional untuk menjadi pembicara. Di antaranya, Prof. Fumito Aruyama, Ph.D, Manabu Ato, MD., Ph.D., Matsumoto Sokichi, Prof. Toshiro Shirakawa, dan Prof. Kazufumi Shimizu, Ph.D., dari Jepang; Satheesh Thangaraj, Ph.D., dari Singapura; dan Juliette Severin, MD., Ph.D., dari Belanda. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Eko Budi Koendhori, dr., M.Kes., Sp.MK(K), selaku ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK(K), selaku Ketua PAMKI, Rektor UNAIR, Prof. Muhammad Nasih, dan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila Djuwita F. Moeloek. Pembukaan acara diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI dengan ditandai pemukulan gong sebagai simbolis. Terdapat pula acara pameran alat-alat laboratorium dan kesehatan, pameran poster dari peserta symposium, serta pameran batik kedokteran. Mengambil tema Update on Management and Control of Infectious Disease in The Era of Antimicrobal Resistance, forum ini diharapkan dapat memberi informasi yang relevan dan berguna untuk penanganan penyakit infeksi, khususnya yang disebabkan oleh mikroba resisten. "Acara ini merupakan ajang pertemuan internasional pertama FK UNAIR yang mengangkat masalah mikrobiologi, dan dilaksanakan serentak bersama kongres nasional ke-sepuluh PAMKI dan simposium nasional ke-duabelas IARW. Sebelumnya, telah terselenggara kegiatan workshop tentang penyakit difteri, pencegahan dan pengendalian penyakit, yang digelar di FK UNAIR pada Kamis-Jumat (11-12/10) lalu," katanya. Dr. Eko Budi Koendhori mengatakan, Saat ini resistensi antibiotik mengalami peningkatan yang sangat pesat, termasuk di Indonesia. Hal tersebut dapat terjadi ketika penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan prosedur dan dosis yang dianjurkan dokter. Harapannya, acara ini dapat memberikan informasi dan edukasi kepada para praktisi mikrobiologi klinis untuk menciptakan strategi penanganan yang tepat dan mengurangi munculnya resistensi antimikroba. "Penggunaan antibiotik berlebihan dan secara tidak tepat merupakan masalah yang dapat mendorong resistensi, sekaligus berpotensi menimbulkan efek samping, reaksi alergi, atau bahkan menimbulkan penyakit baru," ucapnya. Dekade ini, resistensi antibiotik disebut sebagai masalah kesehatan global. Penggunaan antibiotik memiliki konsekuensi yang lebih luas dibandingkan obat-obatan biasa. Ketika seseorang menyalahgunakan antibiotik, hal tersebut justru akan mengakibatkan terciptanya mikroba yang kebal terhadap antibiotik maupun obat-obatan lain. Sehingga dapat memungkinkan terjadinya infeksi baru dan sulit diobati. yaq
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…