SURABAYA PAGI, Lamongan - Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Mojokerto terus melakukan perluasan untuk tanaman jenis Kayu Putih di Hutan yang ada di wilayah Lamongan. Pasalnya, tanaman ini dianggap cukup ekonomis apalagi pengelolaanya untuk penyulingan dilakukan sendiri oleh Perhutani.
Perluasan tanaman Kayu Putih ini seperti disampaikan oleh Mada Yuwono Hadhi, Wakil Administratur KPH Mojokerto Timur Jum’at (2/11/2018). Ia menyebutkan, tanaman jenis Kayu Putih ini memang belum banyak di Lamongan, namun perlahan pihaknya terus melakukan perluasan area.
Saat ini lanjutnya, di Lamongan sudah ada sekitar 8 ribu hektar tanaman Kayu Putih, yang tersebar di Hutan Mantup, Bluluk, Ngimbang, Sambeng, Bluluk, Modo.
"Kita akan fokus terus untuk memperluas tanaman bahan minyak kayu putih ini,"ujaranya.
Perluasan tanaman ini digenjot, lantaran Perhutani sudah mempunyai pabrik penyulingan di Dawar Mojokerto, bahkan pabrik serupa di beberapa daerah juga mulai diwujudkan."Kalau pabrik penyulingan sudah ada otomatis bahan bakunya harus diperbanyak,"terangnya.
Untuk mewujudkan perluasan area tanaman kayu putih itu tambah Mada, pihaknya akan bergandengan tangan dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), untuk didorong agar bisa bersama-sama menanam kayu putih."Iya kita libatkan LMDH,"katanya.
Apalagi memang sebelumnya ada usulan kalau tanaman minyak kayu putih itu pengelolaannya ditangani lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) mulai memanen daun, menyetorkan ke perusahaan dengan sistem bagi hasil dengan Perhutani.
Hanya saja pemasaran minyak kayu putih yang dihasilkan tetap disetorkan kepada Perhutani tidak bisa langsung dijual sendiri oleh LMDH.
Sementara itu, tanaman kayu putih ini awalnya ditanam di wilayah Hutan di Kemlagi Mojokerto, bahkan tanaman ini sudah ada sejak dulu. Dan pada 2007 lalu mulai diperluas areanya hingga saat ini.
Tanaman kayu putih sendiri tambah Mada, bisa dipanen minimal umur 9 bulan, dan kedepanya diharapkan ada teknologi baru sehingga panennya sudah tidak lagi menunggu lama, agar masyarakat bisa ikut menanam tanaman yang cukup bermanfaat ini.
"Sementara panen setahun sekali, ya minimal umurnya 9 bulan itu, semoga kedepanya ada teknologi baru yang bisa mempercepat tumbuhnya kayu putih dan panen lebih cepat,"harapnya.jir
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…
Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…
Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …
Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…
Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…
Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB
SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…