Kongres Dinilai tak Berdampak pada Kemajuan Kebudayaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pemerhati Kebudayaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi pesimistis, Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 yang bakal digelar Desember mendatang tidak akan berdampak pada pemajuan kebudayaan secara signifikan. Bahkan dia menilai KKI 2018 tidak bakal menelurkan rekomendasi yang komprehensif bagi pemajuan kebudayaan. "Saya tidak menangkap sinyal akan muncul pemikiran rekomendasi yang mengejutkan. Akan biasa-biasa saja. Paling juga menyoal kembali Undang-undang kebudayaan itu," kata Acep saat dihubungi, Selasa (6/11). Acep menyayangkan, KKI 2018 ini seolah berjalan sendiri tanpa mencoba merespon realitas politik yang sedang terjadi menjelang Pilpres 2019. Padahal persoalan yang mendesak yaitu bagaimana memastikan pergolakan politik bisa berimplikasi pada pembangunan kebudayaan selanjutnya. Jika ke depan hal tersebut ingin terwujud, kebudayaan harus terlibat sejak awal. "Intinya bagaimana kebudayaan harus mampu menjadi konteks yang membungkus prosesi Pilpres," jelas dia. Dalam wujud konkret, kata Acep, minimal KKI harus mampu merekomendasikan agar kebudayaan menjadi tema sentral dalam debat capres cawapres mendatang. Capres dan cawapres harus didesak untuk mengeluarkan konsep, strategi, dan janji untuk memajukan kebudayaan sekaligus nenjadikan kebudayaan sebagai salah satu basis pembangunan manusia Indonesia yg berkarakter. "Itu Kementerian di bawah koordinasi Puan juga apa kerjanya? Ini harus juga dipersoalkan dalam kongres sekaligus bagian yang harus diberi rekomendasi. Tidak jelas itu," ungkap Acep. Untuk diketahui tahun 2018 ini Kongres Kebudayaan Indonesia akan kembali dilaksanakan pada Desember mendatang. Dalam kegiatan siklus lima tahunan tersebut, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid berharap kongres ini mampu menghasilkan subtansi yang lebih baik dalam menghasilkan langkah dan strategi yang menjadi acuan pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang ada.
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…