Saatnya Angkutan Umum Massal Bangun dari Tidur Panjang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurai kemacetan ibu kota dan wilayah sekitarnya. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah memperlancar perpindahan orang secara massif dengan pembangunan infrastruktur angkutan umum massal. Namun, pembangunan infrastruktur angkutan umum massal yang terus dilakukan tentu harus diimbangi dengan upaya mengajak masyarakat agar mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal. Seperti yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur diharapkan bisa membangun peradaban baru dalam transportasi massal. Upaya untuk mengedukasi masyarakat supaya beralih menggunakan angkutan umum dapat dilakukan dengan terus meningkatkan layanan angkutan umum massal. Jika layanan kereta commuter Jabodetabek optimistis mampu melayani penumpang satu juta per hari, maka layanan angkutan umum massal berbasis jalan tentu juga harus bisa melakukan hal yang sama. Untuk dapat membuat angkutan umum massal berbasis jalan diminati masyarakat, memudahkan aksesnya dapat menjadi sebuah pertimbangan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan angkutan umum harus memberikan kemudahan aksesabilitas dan konektivitas terhadap pusat kegiatan masyarakat. Selain itu, menurutnya, angkutan umum juga harus memerhatikan aspek ekonomi dan kemanusiaan. Tak lupa perusahaan angkutan juga harus berbadan hukum. “Kami ingin menjadikan angkutan bus kembali menjadi angkutan favorit, baik di dalam kota maupun luar kota. Di dalam kota bus tentu saja harus menjadi bagian angkutan massal yang melengkapi MRT, LRT, KRL. Di sisi lain dalam konektivitas antar kota-kota bus menjadi favorit karena bus adalah satu angkutan dari point to point dan ini akan kita lakukan,” ungkap Menhub Budi Karya Sumadi. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menyebutkan upaya untuk menumbuhkan minat masyarakat agar mau menggunakan angkutan umum massal adalah mendekatkan layanan angkutan umum kepada masyarakat. “Untuk itu kita pertemukan operator bus dengan pengembangan perumahan,” ungkap Bambang Prihartono seperti dalam siaran pers, Kamis (8/11). Menurutnya adanya layanan bus yang masuk ke perumahan dapat membuat masyarakat mempunyai pilihan dalam melakukan perjalanan. “Kita tidak bisa mendekatkan jarak, namun kita bisa mendekatkan layanan serta fasilitas transportasi umum massal kepada masyarakat,” tambahnya. Selain itu, memanfaatkan teknologi informasi dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan serta fasilitas angkutan umum massal kepada masyarakat. Oleh karena itu, BPTJ menggandeng aplikator sehingga masyarakat dapat memesan kursi di bus melalui aplikasi sebelum mereka melakukan perjalanan. Cara ini dianggap efektif dalam merawat minat masyarakat untuk tetap mau menggunakan angkutan umum massal. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Karlo Manik menyampaikan, hingga saat ini 484 bus dari target 1.000 unit bus telah melayani masyarakat Jabodetabek. Selain itu ada pula angkutan umum massal dengan jenis layanan premium yang menjadi program BPTJ ini. Di antaranya Transjabodetabek Premium (perkotaan), Jabodetabek Residence Connexion (JRC) serta angkutan bandara atau Jabodetabek Airport Connexion (JAC).
Tag :

Berita Terbaru

Jelang Muswil Peradi Jatim, Desakan Penundaan dari Daerah Terus Bermunculan

Jelang Muswil Peradi Jatim, Desakan Penundaan dari Daerah Terus Bermunculan

Rabu, 15 Apr 2026 18:12 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Jelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) III  Badan Pengurus Wilayah (BPW),  Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa T…

Sidang Pengerukan Tanjung Perak Masuk Fase Penentu, Eksepsi Diuji Lewat Tanggapan Jaksa

Sidang Pengerukan Tanjung Perak Masuk Fase Penentu, Eksepsi Diuji Lewat Tanggapan Jaksa

Rabu, 15 Apr 2026 17:54 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 17:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Perkara dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pengerukan kolam pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak terus bergulir dan kini m…

Saham PT Hasil Karya Digugat Ahli Waris, Tergugat: Semua Sudah Tuntas Saat Almarhum Hidup

Saham PT Hasil Karya Digugat Ahli Waris, Tergugat: Semua Sudah Tuntas Saat Almarhum Hidup

Rabu, 15 Apr 2026 17:16 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa kepemilikan saham di tubuh PT Hasil Karya memasuki babak krusial di Pengadilan Negeri Surabaya. Gugatan yang diajukan oleh …

Dorong Swasembada Pangan, Program Bahana Bersahaja Menyasar Desa Bancong

Dorong Swasembada Pangan, Program Bahana Bersahaja Menyasar Desa Bancong

Rabu, 15 Apr 2026 16:47 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 16:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong swasembada pangan melalui berbagai program. Salah satunya melalui Bahana Bersahaja di D…

Sinergi Pemkot–Polisi Diperkuat, Wali Kota Eri Cahyadi Genjot Parkir Digital

Sinergi Pemkot–Polisi Diperkuat, Wali Kota Eri Cahyadi Genjot Parkir Digital

Rabu, 15 Apr 2026 15:48 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat kolaborasi dengan kepolisian untuk menjawab kebutuhan layanan publik. Salah satu…

Terganjal Komitmen Kontraktor, Pedagang dan Warga Desak Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Segera Dimulai

Terganjal Komitmen Kontraktor, Pedagang dan Warga Desak Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Segera Dimulai

Rabu, 15 Apr 2026 15:37 WIB

Rabu, 15 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Harapan percepatan rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri terus disuarakan berbagai elemen masyarakat. Mulai…