Selain AI, Line juga Bakal Fokus ke Fintech

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Line Corporation menggelar acara untuk para pengembang yang bertajuk Line Developer Day 2018 di Happo-en, Tokyo, Rabu (21/11/2018). Chief Technology Officer Line Park Ibin mengatakan, selain pengembangan teknologi kecerdasan buatan, perusahaan akan mulai fokus pada industri fintech (teknologi finansial). "Selain Clova AI dan pengembangan AI di Line, tahun ini dan berikutnya kami juga akan fokus pada fintech," kata Park di atas panggung. Sekadar informasi, Line sudah mulai merambah teknologi finansial dengan kehadiran Line Pay. Di Indonesia, Line bekerja sama dengan Mandiri eCash untuk menghadirkan layanan Line Pay. Line Senior Finance Manager Hidekazu Ikeda mengatakan, teknologi finansial Line akan berbasis pada blockchain (pada Line bernama Line Chain). "Kami menggunakan blockchain untuk memastikan keamanan dan transparansi riwayat transaksi," kata Ikeda. Dia juga menyebut, saat ini transaksi dilakukan masih banyak yang bersifat tradisional, di mana pembayaran dilakukan melalui perbankan. Namun, ke depannya teknologi finansial akan makin banyak dipakai oleh pengguna melalui smartphone mereka. Bahkan dengan LinePay, pengiriman uang lewat aplikasi smartphone bisa dilakukan dalam 15 detik saja. Ikeda menjelaskan, teknologi finansial dipilih sebagai fokus Line selanjutnya mengingat banyak negara yang menggunakan metode pembayaran tunai, salah satunya Jepang. "Di Jepang masih banyak transaksi tunai, sementara di negara lain sudah mulai pakai kartu kredit dan nontunai. Padahal, semua orang sekarang tidak bisa lepas dari smartphone-nya tiap hari. Makanya, teknologi finansial bisa diimplementasikan," tuturnya. Ikeda mencontohkan, betapa cepatnya transfer uang dengan Line Pay. "Jadi saya waktu itu sedang menghadiri rapat di luar, tetapi anak perempuan saya terus menghubungi. Saya pikir ada masalah atau dia kenapa-kenapa, tetapi rupanya anak saya ingin meminta uang untuk membeli baju di clothing store. Saya langsung mengirimkan uang dengan finalisasi pembayaran menggunakan fingerprint dan hanya butuh beberapa detik uang terkirim," katanya. Pengalaman tersebut, kata Ikeda, membuatnya sadar bahwa ke depannya dunia telah masuk ke pembayaran nontunai. "Bahkan kemungkinan uang akan bersifat digital, hanya dengan smartphone pengguna bisa melakukan pembayaran sekaligus berkomunikasi," ujarnya. Line Pay, kata Ikeda, juga mulai fokus ke pembayaran dengan QR Code. Jadi nantinya ketika berbelanja pengguna hanya tinggal memindai barcode yang diberikan oleh merchant, kemudian uang akan berpindah ke akun penjual. "Fokusnya untuk mempercepat kehadiran Line Pay Terminal di merchant, contohnya kami sudah pasang di kafe kami di kantor pusat Line yang ada di Shinjuku," ujarnya. Line juga mulai memperluas penerapan teknologi finansial di pasarnya yang lain, misalnya saja Thailand dan Taiwan. Di Thailand khususnya, Line Pay bekerja sama dengan Rabbit Card, e-Money yang digunakan warga Thailand untuk naik kereta. "Rencananya tahun ini Line Pay akan bisa dipakai untuk mengisi ulang saldo Rabbit Card, jadi tidak perlu lagi isi ulang dengan pembayaran tunai," kata Ikeda. Sementara, untuk Taiwan, Line Pay bekerja sama dengan perbankan, dalam hal ini adalah JCB Bank. Sekadar informasi, kini Line Pay memiliki pengguna sebanyak 40 juta user dengan transaksi mencapai 125 miliar yen per bulan atau Rp 16 triliun. "Angka ini terus bertambah tiap bulannya," kata Ikeda. Line juga memungkinkan pengguna untuk tukar uang dengan kehadian Bitbox pada Juli lalu. Total, ada 30 mata uang yang bisa ditukarkan dengan Line Bitbox. CTO Line Park Ibin mengatakan, dalam menghadirkan teknologi finansial, Line memang tak bisa bergerak sendiri. Makanya Line terus bekerja sama dengan mitra lokal, baik perbankan ataupun perusahaan asuransi. "Kami terus mengembangkan kerja sama untuk meningkatkan layanan Line Pay. Kami membayangkan pengguna nantinya hanya perlu melakukan pembayaran lewat smartphoneuntuk membeli barang secara online atau offline sekaligus untuk berkomunikasi," kata Park.
Tag :

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…