Tulang pada Paus Perut Berisi Plastik Jadi Bahan Penelitian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Seekor Paus Sperma yang mati di Pantai Kolowawa, Kapota Utara, Wakatobi, Selasa, 21 November 2018, sudah dikubur. Spesimen tulangnya diambil untuk keperluan penelitian. "Bangkai paus dikubur dengan tujuan akan diambil spesimen tulangnya setelah beberapa waktu, untuk penelitian lebih lanjut oleh Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi," ujar Direktur Komunikasi WWF Indonesia, Elis Nurhayati di Jakarta, Kamis, 22 November 2018. Elis menjelaskan, hasil identifikasi isi perut paus yang dilakukan di Kampus AKKP Wakatobi, ditemukan sampah plastik dengan komposisi sampah gelas plastik 750 gram (115 buah), plastik keras 140 gram (19 buah), botol plastik 150 gram (4 buah), kantong plastik 260 gram (25 buah). Kemudian, serpihan kayu 740 gram (6 potong), sandal jepit 270 gram (2 buah), karung nilon 200 gr (1 potong), tali rafia 3.260 gram (lebih dari 1.000 potong). "Adapun total berat basah sampah yaitu 5,9 kilogram," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa indikasi kematian paus disebabkan oleh asupan cemaran plastik sampah tersebut bisa saja terjadi. Namun saat ini belum dapat dipastikan, karena tidak dilakukan pengamatan yang komprehensif. Sebab, kondisi paus sudah kode 4 atau pembusukan tingkat lanjut dan sudah tidak utuh. Pembedahan (nekropsi) tidak dilakukan oleh tenaga ahli sehingga analisisnya terputus sampai proses temuan saja. Menurutnya, dalam kasus satwa terdampar seperti ini, setiap pihak yang menemukan seharusnya melakukan prosedur standar untuk keamanan manusia dan satwa. Juga untuk memastikan tindakan ilmiah dapat dilakukan untuk mempelajari penyebab kematian dan informasi penting lainnya. Prosedur standar tersebut mencakup mengamankan TKP dan menjaganya dalam kondisi steril (tidak diganggu atau diubah) dan segera menghubungi pihak berwenang terkait (BKSDA, Kepolisian atau BPSPL maupun Dokter Hewan Forensik) agar jejak informasi dapat terkoleksi dengan baik.
Tag :

Berita Terbaru

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Oleh: Odjie SamrojiPengurus HIMA Bid. Eksternal & Pengabdian Masyarakat Program S3 Manajemen Universitas Negeri Surabaya   Beberapa tahun terakhir, istilah …

DPR Bikin MBG Watch

DPR Bikin MBG Watch

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - “Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari t…

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesta pecah setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa tambahan waktu dalam pertandingan di Atlanta, Amerika…

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kemenangan emosional Argentina, dirayakan secara masif di ibu kota Buenos Aires, karena dianggap sebagai pembalasan yang lebih dari sekadar…

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB akan datang.…

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Inggris melawan Perancis di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat…