SURABAYAPAGI, Tangerang - Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe mengatakan, perusahaan rintisan berbasis teknologi Juragan Kapal, pengembangan pembuatan kapal berbahan pelat datar dari plat baja ini, ongkos pembuatannya lebih murah. Selain itu, bahan pelat baja juga bisa menggunakan produk dalam negeri.
Untuk melihat perkembangan pembuatan kapal pelat datar, rombongan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berkunjung ke galangan kapal Juragan Kapal di Tangerang Selasa (20/11).
Rombongan ini dipimpin oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, dan sejumlah pejabat Kemenristekdikti lainnya.
Dirjen Jumain Appe mengatakan salah satu keunggulan kapal pelat datar adalah ongkos pembuatannya cenderung lebih murah. Kemudian pelat baja juga bisa menggunakan produk dalam negeri.
Sementara kapal berbahan fiber, mengandalkan produk impor. Kemudian kapal kayu, sekarang juga semakin sulit mencari kayu berkualitas
"Keung,ggulan lainnya adalah kapal pelat datar mudah didaur ulang. Karena tiap pelatnya direkatkan dengan cara dilas, maka ketika sudah tidak digunakan bisa dicopot setiap lempengnya. Berbeda dengan kapal berbahan fiber yang sulit didaur ulang," terang Jumain Appe beberapa waktu lalu di Tangerng, Banten.
Urai Jumain lagi, teknologi kapal pelat datar secara teknologi sudah sangat baik. "Kita dorong untuk dikembangkan ke industri. Termasuk dari sisi teknologi juga diupayakan supaya pembuatannya semakin cepat, efisien, dan murah," ungkapnya.
Sementara itu, CEO Juragan Kapal Adi Lingson mengatakan dari sisi material dasarnya, kapal pelat datar memiliki kekuatan yang lebih. Dengan kata lain umur pakainya bisa lebih panjang.
"Kalaupun sudah jadi bangkai kapal, masih bisa dimanfaatkan material bajanya," kata dia. Dia mengatakan bahwa kapal pelat dasar juga memiliki keunggulan dari sisi kecepatan. Meskipun bobotnya lebih tinggi, tetapi kapal ini memiliki kecepatan 30 persen lebih cepat dibanding kapal konvensional.
Dia berharap kapal ini bisa mendukung inovasi dalam negeri. Dia berharap ada dukungan dari pemerintah supaya kapal pelat datar bisa cepat digunakan ke pasar atau user potensial. "Pemerintah keberpihakannya pada produk bangsa," pungkasnya.
Di sepanjang sungai Cisadane yang bermuara ke lautan, banyak sekali kapal berbahan fiber yang rusak dan teronggok di pinggi sungai. Perahu berbahan fiber yang rusak tersebut menjadi seperti sampak raksasa.
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…
Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…
Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …
Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…
Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…
Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB
Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB
SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…