Alasan Mengapa Saat Makan Malam Meghan Markle Dilarang Bicara dengan Ratu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sejak menikah dengan Pangeran Harry Mei 2018, Meghan Markle telah menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai anggota kerajaan. Duchess of Sussex itu telah membuang kebiasaannya sebagai artis dan mulai mengikuti serangkaian aturan kerajaan. Ada banyak sekali aturan yang harus diikuti oleh wanita 37 tahun tersebut, termasuk aturan dalam acara makan malam resmi. Dilansir dari Daily Star, saat makan bersama keluarga kerajaan, anggota keluarga yang berbeda memiliki pengaturan tempat duduk yang tak sama. Pengaturan tempat duduk sendiri tergantung pada acara serta tamu yang hadir, kepentingan dan bahasa mereka. Jadi tak semua anggota kerajaan bisa bicara dengan sang Ratu, begitu juga dengan Meghan Markle. Bahkan, jika Meghan mendapati dirinya duduk di samping Ratu, dia hanya bisa memulai percakapan pada waktu-waktu tertentu. Hal itu diyakini karena Ratu akan berbicara dengan orang yang duduk di sisi kanannya saat awal makan dan berganti ke orang di sebelah kiri setelahnya. Untungnya, ini hanya terjadi pada jamuan makan resmi, jadi kemungkinan akan lebih santai pada acara keluarga. Kendati demikian, ini bukan tradisi meja makan satu-satunya. Rupanya, jika seorang anggota keluarga Kerajaan beranjak dari meja, mereka tidak boleh mengatakan mengapa, tapi ’permisi’. Dan ketika Ratu menaruh tasnya di atas meja, ini berarti dia siap untuk pergi lima menit kemudian. Penyesuaian lain yang harus dilakukan Duchess sejak menjadi bagian dari Kerajaan Inggris, termasuk menanggalkan sejumlah produk make-up tertentu. Menurut make-up artist-nya Daniel Martin, mantan bintang Suits itu telah membuang rutinitasnya dengan menerapkan produknya sendiri. Dia tidak lagi memakai lipstik merah terang, sebaliknya memilih warna yang lebih netral di depan publik. "Dia suka berbicara tapi bukan orang yang cerewet, jadi dia tidak ingin khawatir tentang apa pun," ujar Daniel.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…