Iklan Prabowo-Sandiaga pun Buat Ketua Ikatan Arsitek Tersinggung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Video yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. Selain dianggap melecehkan profesi pekerja freelance, iklan itu juga dinilai menyinggung profesi arsitek. Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara periode 2018-2021 ikut mengomentari video iklan berdurasi 1 menit tersebut. Video yang diunggah di antaranya oleh akun Twitter resmi Partai Gerindra @Gerindra pada Jumat pekan lalu, 14 Desember 2018 hingga kini telah disukai oleh 1.931 netizen dan di-retweet sebanyak 815 kali. Djuhara menilai ada bias dari iklan kampanye tersebut tentang profesi arsitek dan perlu diluruskan."Iklan kampanye ini bisa memberi dua pesan: cari kerja susah dan jadi arsitek susah," ujarnya seperti dikutip dari cuitan di akun Twitter-nya, @djuhara, Ahad, 16 Desember 2018. Menurut Djuhara, bagaimana pun kondisinya saat ini, Partai Gerindra atau pihak atau partai mana pun sebaiknya ikut membangun profesi, vokasi dan okupasi apa pun di Indonesia. "Dengan nada yang optimistik & positif," cuitnya. Terkait kritiknya terhadap iklan Prabowo-Sandiaga itu, Djuhara menegaskan dirinya sebagai ketua umum tidak akan membawa IAI ke ranah politik praktis. Ia bahkan mengapresiasi dan berterima kasih pada pemerintah dan DPR yang sudah mengundangkan Undang Undang no. 6/2017 tentang Arsitek. "Dg UU 6/2017 maka Arsitek adalah profesi yang diregulasi negara yg berkekuatan & berkonsekuensi hukum," kata Djuhara. Arsitek, menurut dia, merupakan profesi dan bukan hanya sekedar pekerjaan atau okupasi, & bukan vokasi. Lebih jauh Djuhara juga menyebut, profesi arsitek bisa dibilang unik. "Bisa bekerja dengan orang lain, bisa berpraktik mandiri, perlu mengikuti alur proses pendidikan arsitek melalui magang kepada mentor," ucapnya. Profesi arsitek sekarang, menurut Djuhara, juga lebih didorong untuk bekerja mandiri. "Self-employed sebagai entrepreneur, masuk dunia kreatif, tidak sama seperti pekerjaan lain," katanya. "Sebaiknya Partai @Gerindra perlu memperbaiki iklan kampanye ini dengan menyampaikan pesan dengan cara yang lebih baik tentang profesi arsitek." Dalam video itu digambarkan anak muda yang baru menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Teknik Arsitek. Di awal video diperlihatkan Prapurna S yang baru mengikuti prosesi wisuda dan foto bersama orang tuanya di sebuah studio foto. Dalam narasi video itu disebutkan bahwa Prapurna optimistis dengan titel yang dimilikinya dan predikat Magna Cumlaude yang disandangnya bisa dengan mudah mencari pekerjaan. "Katanya kan lowongan banyak, jadi bisa kerja, kerja, kerja. Tinggal nunggu panggilan, deh," katanya di dalam video itu. Namun setelah beberapa waktu mengirimkan banyak lamaran pekerjaan dan mendatangi wawancara kerja, Prapurna belum juga mendapat pekerjaan yang diidamkan. Hingga akhirnya sang ayah bertanya hasil pencarian kerja itu. Prapurna lalu banting setir dengan mencoba sekian banyak pekerjaan yang tak lagi sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Muai dari jasa antar, petugas bell boy, valet parking, hingga fotografer. "Sementara, kerja gini juga enak, kok. Gajinya juga oke," katanya. Namun hal ini tidak disetujui sang ayah. "Situasinya harus segera diubah. Gak bisa nunggu, gimana nanti. Sudah sekarang waktunya mikir, harus mikir. Sudah waktunya kita bergerak, untuk Indonesia adil makmur dengan Prabowo dan Sandi," kata si ayah. Video itu sebelumnya juga viral karena dinilai telah melecehkan profesi pekerja lepas atau freelancer. Salah satu netizen menilai video iklan itu tidak mendidik. "Gak mendidik. Ketika yg satu mendidik anak muda kreatif dan mencipta lapangan kerja. Ehh.. iklan ini membawa kemunduran Membawa anak muda menjadi pesimis & terus menjadi pencari kerja. Dan, memilih presiden solusi untuk nasib mereka. Korelasi-nya dimana??" ujar @toenk_wibowo melalui cuitannya di Twitter, Sabtu, 15 Desember 2018. Hal senada disampaikan oleh netizen lainnya. "Iklan lebay tuh. Gak mendidik generasi optimis. Gw lulus S1 management. Pernah jadi sales keliling, freelance dan sopir. Dan skrg usaha di bidang IT dr jaman SBY sampe skrg. Karyawan lebih dr 15 org. Sing penting ’yen obah bakal mamah", ujar @kibengkong. Namun ada juga yang memuji video iklan tersebut. "Iklan kampanye Prabowo Sandi ini menjadi debat publik bagaimana kedua pasangan tersebut mengatasi lapangan pekerjaan yg semakin jauh jaraknya antara supply lulusan sekolah dgn demand industri yg tersedia," kata Taufik Hidayat melalui akun Twitter-nya @TopeRendusara, Senin, 17 Desember 2018. tp
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…