Trump Tarik Pasukan dari Suriah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Amerika Serikat (AS) mengatakan telah mulai menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders. "Kami telah mulai mengembalikan pasukan Amerika Serikat ke rumah saat kami bertransisi ke fase berikutnya dari kampanye ini," kata Sanders dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/12/2018). Namun pernyataan Sanders tidak dijelaskan apakah semua, sekitar 2.000 pasukan AS di negara itu, akan ditarik dan jika demikian kapan hal itu dilakukan. Sanders hanya menyatakan bahwa Amerika Serikat akan tetap terlibat hingga taraf tertentu. "Amerika Serikat dan sekutu kami siap untuk kembali terlibat di semua level untuk membela kepentingan Amerika kapan pun diperlukan, dan kami akan terus bekerja sama untuk menolak wilayah teroris radikal, pendanaan, dukungan," ujarnya. Sementara itu Departemen Luar Negeri AS sedang mengevakuasi semua personelnya dari Suriah dalam 24 jam, kata seorang pejabat AS kepada Reuters. Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitternya menyatakan pasukan negara itu tidak lagi diperlukan di Suriah. "Kami telah mengalahkan ISIS di Suriah, satu-satunya alasan saya berada di sana selama Kepresidenan Trump," kata Trump di akun Twitternya. Pentagon menolak berkomentar, hanya mengatakan bahwa itu terus bekerja dengan mitra di wilayah tersebut. Banyak pasukan AS yang tersisa di Suriah adalah pasukan operasi khusus yang bekerja erat dengan aliansi milisi Kurdi dan Arab yang dikenal sebagai Pasukan Demokratis Suriah, atau SDF. Kemitraan dengan SDF selama beberapa tahun terakhir telah menyebabkan kekalahan ISIS di Suriah, tetapi juga telah membuat marah sekutu NATO Turki, yang melihat pasukan Kurdi YPG sebagai perpanjangan dari kelompok militan yang bertempur di Turki. Pertimbangan menarik pasukan AS datang karena Ankara mengancam serangan baru di Suriah. Hingga saat ini, pasukan AS di Suriah telah dilihat sebagai faktor stabilisasi di negara tersebut dan telah sedikit menahan tindakan Turki terhadap SDF. Penarikan lengkap pasukan AS dari Suriah masih akan meninggalkan kehadiran militer AS yang cukup besar di kawasan itu, termasuk sekitar 5.200 tentara di seluruh perbatasan di Irak. Sebagian besar kampanye AS di Suriah telah dilancarkan oleh pesawat-pesawat tempur yang terbang keluar dari Qatar dan lokasi lain di Timur Tengah. Namun, Menteri Pertahanan Jim Mattis dan pejabat Departemen Luar Negeri AS telah lama cemas tentang meninggalkan Suriah sebelum kesepakatan damai dapat dicapai untuk mengakhiri perang saudara yang brutal. ISIS juga secara luas diperkirakan akan kembali ke taktik gerilya setelah tidak lagi memiliki wilayah. Penarikan AS dapat membuka kritik untuk Trump jika ISIS muncul kembali. Penarikan akan memungkinkan negara-negara lain, seperti Iran, untuk meningkatkan pengaruh mereka di Suriah, kata para ahli. "Jika kita menarik kemudian siapa yang mengisi kekosongan, yang mampu menstabilkan dan itu adalah pertanyaan juta dolar," kata Andrew Tabler, seorang spesialis Suriah di Institut Washington untuk think-tank Kebijakan Timur Dekat. "Waktunya sulit dimengerti," kata Tabler. Penarikan penuh militer AS juga menarik kritik langsung dari beberapa rekan Republik Trump. Senator Republik AS, Lindsey Graham, mengatakan penarikan akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi AS di kawasan dan di seluruh dunia. "Penarikan Amerika saat ini akan menjadi kemenangan besar bagi ISIS, Iran, (Presiden) Bashar al-Assad dari Suriah, dan Rusia," kata Graham dalam sebuah pernyataan, menggunakan akronim ISIS untuk Negara Islam. Sd
Tag :

Berita Terbaru

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melantik Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan …

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…