RPH Surabaya tidak Mempunyai Dokter Hewan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Kota Surabaya tidak memiliki dokter hewan yang semestinya melakukan kontrol terhadap kesehatan hewan sebelum disembelih. "Dulu sempat ada dokter hewan di RPH. Kita angkat sebagai pegawai tetap. Tapi Direktur Keuangan RPH tidak mau bertanggung jawab dengan tidak menggajinya selama beberapa bulan," kata Dirut Rumah Potong Hewan (RPH) Teguh Prihandoko, Rabu. Dokter hewan yang sudah bekerja selama tiga bulan di RPH tersebut, menurut dia, akhirnya keluar. Namun, gaji yang tidak dibayarkan itu menjadi tanggungan Dirut RPH. "Makanya dirut punya kasbon sekitar Rp30 juta," kata Teguh yang sudah mengajukan pengunduran diri jabatannya sejak 17 Desember 2018. Teguh menyayangkan rumah potong hewan yang berada di kota besar seperti Surabaya ini tidak memiliki dokter hewan yang semestinya harus ada di RPH setiap saat memantau kondisi kesehatan hewan yang akan disembelih. Kondisi di KBS saat ini menurut Teguh cukup memprihatinkan menyusul dicabutnya sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk menghasilkan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) oleh Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur. Belum lagi proses audit sertifikasi halal yang dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis (LPPOM) MUI Jatim di RPH sempat mengalami titik kritis. Tidak adanya kesamaan persepsi di internal direksi RPH dalam menjalankan organisasi perusahan menjadi penyebab memburuknya kondisi perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Surabaya ini. Teguh menilai dengan kondisi ini, maka yang dirugikan adalah masyarakat, begitu juga dengan jaminan keamanan pangan akan terancam. Untuk itu, Teguh memilih sikap mengundurkan diri dengan harapan Pemkot Surabaya bisa menata ulang RPH agar lebih baik. Menanggapi hal itu, Direktur Keuangan RPH Romi Wicaksono mengatakan bahwa pengangkatan dokter hewan yang dimaksud sepihak karena tidak melibatkan dua direktur yang ada di RPH. "Dulunya memang dokter hewan kemudian diangkat Dirut RPH jadi Kasubag Litbang di RPH," katanya. Selain itu, lanjut dia, proses pengangkatan dokter hewan sebagai pegawai tetap dengan jabatan Kasubag Litbang RPH tidak melibatkan Badan Pengawas (Bawas) RPH. "Saat itu, saya menyarankan agar ada pernyataan tertulis berupa persetujuan dari bawas. Kami tidak mau menghalalkan segala cara karena itu bisa membahayakan," katanya. Namun karena tidak adanya tanggapan, lanjut dia, pihaknya akhirnya menetapkan prosedur dengan tidak menangung gaji selama tiga bulan kepada dokter hewan itu. Ia juga menilai dokter hewan tersebut secara integritas dan personalianya kurang bagus, begitu juga dengan etos kerjanya rendah karena jarang masuk kerja. "Sampai ujung-ujungnya Pak Teguh sendiri yang memutus hubungan kerja dokter hewan itu," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…