Harga Telur Perlahan Mulai Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Harga telur ayam perlahan mulai turun setelah sempat menanjak ke angka Rp 29 ribu per kilogram (kg) hingga Rp 30 ribu per kg. Kenaikkan tersebut merupakan imbas libur akhir tahun 2018. Berdasarkan pantauan, di Pasar Slipi, Jakarta Barat, para pedagang mengatakan harga telur ayam mulai turun ke level normal, yakni Rp 25 ribu per kg. Namun memang saat ini masih belum bisa menyentuh level tersebut. "Harga telur Rp 27 ribu. Mungkin masalah Tahun Baru sama Natal. Kemarin sempat Rp 29 ribu, sekarang mulai-mulai turun lagi," tutur Erik Giazi (20), di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Jumat (11/1/2019). Kenaikkan yang terjadi akibat tahun baru masih di bawah lonjakan harga pasca-lebaran yang menyentuh Rp 30 ribu per kg. Ada pula pedagang yang mulai menjual harga telur di harga Rp 26 ribu, seperti Toko Adam. "Telur Rp 26 ribu. Baru turun. Mulai turun," ujar pemilik toko. Harga yang sama juga dijual di Toko Adhy. Berikutnya, telur ayam kampung terpantau naik, meski masih dalam level wajar. "Lagi naik juga, tetapi tetap stabil. Satu biji, Rp 2.500, beli 10 Rp 22 ribu," jelas pemilik Toko Adam. Sementara itu, untuk telur puyuh, Ida (54), menjual seharga Rp 6.000 per 10 butir, dan telur asing dibanderol seharga Rp 3.500 per butir. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga telur dan daging ayam akan kembali normal yang sebelumnya melonjak jelang Natal dan Tahun Baru. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, penurunan ‎harga telur dan daging ayam didorong oleh adanya pasokan jagung sebagai pakan ternak dari Perum Bulog. Harga jagung yang dipasok BUMN tersebut ‎sebesar Rp 4.000 per kg. ‎"Harga telur akan turun, karena masalah jagung sudah terselesaikan di layer. Harga dari Bulog itu Rp 4.000‎. Harga akan kembali normal," ujar dia di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. Dia menuturkan, pasokan jagung dengan harga murah tersebut, tidak ada lagi alasan harga telur dan daging ayam untuk naik. Diharapkan harga kedua komoditas pangan tersebut kembali sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah. "Makanya kita intervensi harga pakan bisa masuk sesuai dengan HPP yang ditetapkan. Dengan harga Rp 4.000, tidak ada alasan lagi naiknya harga, karena populasi dan produksi kita sebenarnya surplus," kata dia. Sementara itu terkait kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru lalu, Ketut menyatakan sebagai ‎hal yang wajar. Sebab, terjadi lonjakan permintaan. "Harga naik turun tergantung dari pasar, ada bulan-bulan sepi, ada bulan yang ramai seperti pada Natal Tahun Baru. Tapi telur ini tidak bisa disimpan lebih dari 1 minggu, jadi pasti digelontorkan," ujar dia.
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…